Bos Samsung Diadili Atas Kasus Penggunaan Obat

Mutia Safira - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 18:23 WIB
Samsung Electronics Vice Chairman Lee Jae-yong attends a news conference at a companys office building in Seoul, South Korea, Wednesday, May 6, 2020. Lee on Wednesday issued a statement of remorse but offered no clear admission of wrongdoing over his alleged involvement in a 2016 corruption scandal that spurred massive street protests and sent South Korea’s then-president to prison. (Kim Hong-Ji/Pool Photo via AP)
Lee Jae-yong (Kim Hong-Ji/Pool Photo via AP)
Jakarta -

Pemimpin de facto grup raksasa Samsung, Lee Jae-yong diadili pada Selasa (12/10) ini atas tuduhan penggunaan anestesi propofol secara ilegal, kasus hukum terbaru yang menjerat multi-miliarder Korea Selatan itu.

Seperti dilansir AFP, Selasa (12/10/2021), Lee, wakil kepala pembuat ponsel pintar terbesar di dunia, Samsung Electronics, dan menurut Forbes, merupakan orang terkaya ke-297 di dunia, dituduh berulang kali menggunakan anestesi tersebut di sebuah klinik operasi plastik di Seoul pada 2017 dan 2018.

Propofol yang biasa digunakan sebagai obat bius terkadang digunakan sebagai obat penenang bagi mereka yang kesulitan untuk tidur. Salah satu kasus overdosis akibat obat tersebut terjadi pada bintang pop Michael Jackson pada tahun 2009.

Penggunaannya secara ilegal biasanya dilihat sebagai pelanggaran kecil di Korea Selatan, dan jaksa pada awalnya mengusulkan denda sebesar 50 juta won (US$ 42.000). Namun, pengadilan menolaknya dan memerintahkan untuk dilakukan persidangan.

Lee yang datang ke pengadilan menggunakan setelan bisnis abu-abu gelap dan masker, memilih tetap bungkam saat diberondong pertanyaan wartawan ketika memasuki Pengadilan Distrik Pusat Seoul.

"Saya minta maaf karena menyebabkan masalah dan kekhawatiran seperti itu karena masalah pribadi saya," ucap Lee meminta maaf kepada hakim di pengadilan seperti diberitakan kantor berita Korsel, Yonhap.

"Semua ini terjadi karena kekurangan saya, dan meskipun untuk tujuan medis, saya sangat menyesalinya," imbuh bos Samsung itu.

Jaksa menuntut denda yang lebih besar yaitu 70 juta won dan penyitaan aset sebesar 17 juta won.

Dua bulan lalu, Lee dibebaskan lebih awal dari hukuman penjara dua setengah tahun karena penyuapan, penggelapan dan pelanggaran lainnya sehubungan dengan skandal korupsi yang menjatuhkan mantan presiden Korea Selatan, Park Geun-hye.

Lihat juga video 'Alasan Presiden Korsel Restui Pembebasan Bersyarat Pangeran Samsung':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)