Malaysia Ingin ASEAN Bersikap Soal Pakta Kapal Selam Nuklir Australia

Mutia Safira - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 16:48 WIB
Bendera Negara-Negara ASEAN
bendera negara-negara ASEAN (Foto: Wikimedia Commons/Gunawan Kartapranata)
Jakarta -

Pemerintah Malaysia berharap adanya konsensus yang jelas di antara negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) mengenai kemitraan keamanan Indo-Pasifik baru antara Australia, Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

Dilansir dari kantor berita AFP, Selasa (12/10/2021), aliansi baru yang disebut dengan AUKUS, yang diumumkan bulan lalu tersebut, akan memungkinkan Australia memperoleh teknologi untuk mendapatkan kapal selam bertenaga nuklir dari AS dan Inggris, sebagai bagian dari perjanjian untuk menanggapi kekuatan China yang semakin bertumbuh, terutama di Laut China Selatan.

Wacana tersebut ditanggapi berbeda oleh negara-negara Asia Tenggara, dengan Indonesia dan Malaysia yang kontra, sementara Filipina mendukung pakta tersebut. Negara-negara yang kontra memperingatkan bahwa langkah yang diambil dapat memicu perlombaan senjata di antara negara-negara besar yang bersaing di kawasan tersebut.

Menteri Pertahanan Malaysia, Hishammuddin Hussein mengatakan pada parlemen hari ini, bahwa pertemuan dengan rekan-rekan dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang dijadwalkan bulan depan, menjadi peluang bagi organisasi tersebut untuk menyepakati tanggapan bersama terhadap AUKUS.

"Tujuan akhir kita seperti biasa adalah memastikan stabilitas kawasan, terlepas dari keseimbangan kekuatan (antara) AS atau China," ujar Hussein.

Banyak pihak yang memandang AUKUS sebagai tanggapan oleh sekutu Barat untuk mencegah hegemoni China di Asia Tenggara, khususnya di Laut China Selatan, jalur bagi sepertiga kapal perdagangan, yang diklaim Beijing sebagai bagian kedaulatan historisnya.

China sendiri telah menyebut rencana AUKUS berisiko merusak perdamaian dan stabilitas regional.

Meski begitu, AS tidak memandang aliansi tersebut dapat menjadi ancaman bagi keamanan Indo-Pasifik.

(ita/ita)