Pasukan Keamanan Mozambik Bunuh Kepala Kelompok Bersenjata Partai Oposisi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 04:50 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Maputo -

Pemimpin kelompok bersenjata dari partai oposisi utama Mozambik, Mariano Nhongo, tewas. Dia terbunuh dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Mozambik.

Dilansir AFP, Selasa (12/10/2021), Nhongo memimpin kelompok sempalan partai Renamo, Junta Militer Renamo. Kelompok itu dibentuk untuk menentang perjanjian damai 2019 dengan partai Frelimo yang berkuasa.

Komandan polisi umum Bernardino Rafael mengatakan Nhongo tewas dalam pertempuran dengan pasukan pertahanan dan keamanan di provinsi Sofala timur pada Senin (11/10) pagi.

"Junta militer pertama kali menyerang patroli dan baku tembak ini mengakibatkan kematian Mariano Nhongo," kata Rafael dalam pidato yang disiarkan televisi, seraya menambahkan bahwa niatnya adalah untuk menangkap dan menghukumnya.

"Ini bukan akhir yang diharapkan," katanya, seraya menambahkan bahwa salah satu 'pengikut terdekat' Nhongo juga tewas dalam proses itu.

Pemerintah Mozambik menuduh junta Renamo melakukan beberapa serangan dan membunuh warga sipil di bagian tengah negara Afrika Selatan itu. Kerusuhan telah menghambat pakta perdamaian dan perlucutan senjata antara Presiden Filipe Nyusi dan pemimpin Renamo Ossufo Momade, yang ditandatangani pada 2019 setelah beberapa dekade permusuhan.

Mantan kelompok pemberontak Renamo terlibat dalam perang saudara yang brutal melawan pemerintah Frelimo antara tahun 1975 dan 1992, setelah itu diizinkan masuk politik sebagai bagian dari perjanjian damai.

Tetapi Renamo mempertahankan sayap bersenjata, dan pasukannya bentrok lagi dengan tentara pemerintah antara tahun 2013 dan 2016.

Nhongo terus memicu kekerasan, menolak untuk mengesampingkan senjata bahkan setelah kedua belah pihak berdamai lagi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan kematiannya adalah akhir yang tidak menguntungkan dari situasi.

"Selama lebih dari dua tahun kami telah berusaha untuk membangun hubungan dengan Nhongo," ucap utusan PBB untuk Mozambik, Mirko Manzoni, dalam sebuah pernyataan, memuji upaya pembangunan perdamaian pemerintah.

"Peluang untuk menggunakan dialog alih-alih kekerasan telah berulang kali dibuka. Namun, mereka terbukti tidak membuahkan hasil," imbuhnya.

Lihat juga Video: Kisah Korban Selamat dari ISIS di Palma: Kabur ke Hutan-7 Hari Tak Makan

[Gambas:Video 20detik]



(fas/fas)