International Updates

Pasien Corona di ICU Singapura Melonjak, Rusia Syuting Film di Luar Angkasa

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 16:10 WIB
Ilustrasi pasien di rumah sakit
ilustrasi (Foto: iStock)
Jakarta -

Jumlah pasien di unit perawatan intensif (ICU) di rumah-rumah sakit umum di Singapura tercatat mengalami kenaikan dari 26 persen menjadi 53 persen dalam tiga bulan terakhir. Kenaikan itu tercatat saat jumlah kasus virus Corona (COVID-19) di Singapura mengalami 'lonjakan eksponensial'.

Seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (5/10/2021), Menteri Senior Negara Urusan Kesehatan, Janil Puthucheary, di hadapan parlemen Singapura menyebut 'lonjakan eksponensial' kasus Corona baru-baru ini telah berdampak pada kapasitas layanan kesehatan Singapura.

Singapura diketahui melaporkan lebih dari 2.000 kasus Corona harian dalam beberapa hari terakhir, dengan beban kasus harian mencapai 2.909 kasus pada Jumat (1/10) waktu setempat.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (5/10/2021):

- Parah, Trump Sebut Ibu PM Kanada Intim dengan Anggota Rolling Stones

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali memicu kehebohan dengan komentarnya. Sekretaris Pers Gedung Putih era Trump, Stephanie Grisham, mengungkapkan bahwa Trump pernah berkomentar tidak senonoh soal ibunda Perdana Menteri (PM) Kanada, Justin Trudeau.

Seperti dilansir media terkemuka AS, Politico, Selasa (5/10/2021), komentar tidak senonoh Trump itu diungkapkan oleh Grisham melalui memoar terbarunya berjudul "I'll Take Your Questions Now: What I Saw at the Trump White House" yang dirilis Selasa (5/10) waktu setempat.

Kutipan buku Grisham yang dilansir Politico mengungkapkan bahwa Trump pernah menuduh ibunda PM Trudeau, Margaret Trudeau, yang juga menjadi Ibu Negara Kanada tahun 70-an hingga 80-an silam, pernah tidur dengan semua anggota band rock terkenal Rolling Stones.

- India Akan Beri Kompensasi Rp 4,2 T untuk Keluarga Korban Tewas Corona

Pengadilan India menyetujui keputusan pemerintah untuk membayar kompensasi US$ 670 (Rp 9,5 juta) untuk setiap kematian akibat virus Corona (COVID-19) di negara tersebut. Kompensasi akan dibayarkan kepada anggota keluarga pasien Corona yang meninggal dunia.

Seperti dilansir CNN, Selasa (5/10/2021), dengan putusan tersebut, maka menurut penghitungan CNN, jumlah pembayaran yang harus diberikan pemerintah India mencapai lebih dari US$ 300 juta (Rp 4,2 triliun) dengan didasarkan total kematian akibat Corona saat ini.

Data terbaru Kementerian Kesehatan India menyebut bahwa total 448.997 kematian akibat Corona tercatat hingga Senin (4/10) pagi waktu setempat.

- Taiwan Mengancam: Ada Konsekuensi Besar Jika Jatuh ke Tangan China!

Presiden Taiwan, Tsai Ing-Wen, mengancam akan ada 'konsekuensi besar' jika pulau itu sampai jatuh ke tangan China. Tsai bersumpah akan 'melakukan apapun yang diperlukan' demi menjaga Taiwan dari ancaman.

Seperti dilansir AFP, Selasa (5/10/2021), Taiwan hidup di bawah ancaman invasi terus-menerus oleh China, yang menganggap Taiwan sebagai bagian wilayahnya yang akan direbut kembali suatu hari nanti, bahkan dengan kekerasan jika diperlukan.