Dulu Pimpin Penyelidikan Korupsi, Menteri Kehakiman China Kini Diselidiki

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 02 Okt 2021 15:16 WIB
Ilustrasi bendera China/ebcitizen.com
Foto: Internet/ebcitizen.com
Jakarta -

Otoritas anti-korupsi di China hari Sabtu (2/10) ini mengumumkan bahwa mereka sedang menyelidiki mantan Menteri Kehakiman negara itu. Dia menjadi figur senior terbaru yang menjadi target kampanye anti-korupsi besar-besaran di China.

Semakin banyak tokoh Komunis terkemuka terperangkap dalam kampanye anti-korupsi Presiden Xi Jinping, yang menurut para kritikus juga berfungsi sebagai cara untuk menyingkirkan musuh-musuh politik pemimpin China itu sejak ia berkuasa pada 2013.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (2/10/2021), menurut sebuah pernyataan dari pihak berwenang, Fu Zhenghua - yang telah memegang peran kunci di Beijing termasuk menjadi Menteri Kehakiman dan kepala Biro Keamanan Publik - sedang diselidiki karena "pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum."

Pernah menjadi polisi top Beijing, Fu diduga telah memimpin penyelidikan korupsi terhadap Zhou Yongkang, mantan tsar keamanan yang dipenjara pada tahun 2015 dalam salah satu kasus korupsi paling terkenal.

Namun, kini Fu sendiri menghadapi penyelidikan oleh badan anti-korupsi Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin (CCDI).

Lebih dari satu juta pejabat telah dihukum di bawah kampanye anti-korupsi sejauh ini, yang telah menjadi landasan masa jabatan Xi.

Sebelumnya pada bulan September lalu, mantan kepala perusahaan minuman keras China Kweichow Moutai, salah satu perusahaan minuman keras terkemuka di dunia, dipenjara seumur hidup karena menerima suap lebih dari US$ 17 juta.

Tahun lalu mantan kepala regulator asuransi China dijatuhi hukuman 11 tahun penjara, juga atas tuduhan menerima suap.

(ita/ita)