Akhirnya, 2 Warga AS Pulang Usai 3 Tahun Dilarang Tinggalkan China

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 14:14 WIB
The U.S. Capitol is seen between flags placed on the National Mall ahead of the inauguration of President-elect Joe Biden and Vice President-elect Kamala Harris, Monday, Jan. 18, 2021, in Washington.
Ilustrasi (dok. AP/Alex Brandon)
Washington DC -

Dua warga negara Amerika Serikat (AS) yang merupakan kakak-beradik akhirnya bisa pulang ke negara mereka, setelah dilarang meninggalkan China sejak tahun 2018. Kepulangan keduanya terjadi setelah otoritas AS mengakhiri kasus hukum terhadap bos Huawei, Meng Wanzhou.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (28/9/2021), Cynthia dan Victor Liu akhirnya kembali ke AS setelah selama tiga tahun lebih mereka tidak diperbolehkan meninggalkan China di bawah 'larangan keluar' meskipun keduanya tidak menghadapi tuduhan kriminal apapun.

Ayah mereka, Liu Changming, yang seorang mantan pejabat bank dan buronan tengah diburu di China terkait dakwaan penipuan.

"Kami menyambut kembalinya Cynthia dan Victor Liu ke Amerika Serikat pada Minggu (26/9)," ucap juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS.

Disebutkan juru bicara Deplu AS bahwa staf konsuler AS di Shanghai membantu memfasilitasi keluarnya kakak-beradik itu dari China.

"Kami akan terus mengadvokasi atas nama semua warga Amerika di PRC (Republik Rakyat China-red) yang mengalami penahanan sewenang-wenang dan pemaksaan larangan keluar," imbuh juru bicara tersebut.

Keluarnya kakak-beradik ini dari China terjadi setelah otoritas kehakiman AS mencapai kesepakatan dengan Meng yang menjabat Chief Financial Officer (CFO) Huawei, yang mengizinkan Meng kembali ke China dari Kanada setelah jaksa AS menggugurkan dakwaan penipuan terhadapnya.

Beberapa jam setelah informasi soal kesepakatan Meng dan AS itu diumumkan, pada Jumat (24/9) lalu, dua warga Kanada yang tengah ditahan di China atas dakwaan spionase juga dibebaskan. Kedua warga Kanada itu telah terbang pulang ke negaranya usai tiga tahun ditahan di China.

Gedung Putih dalam pernyataannya pada Senin (27/9) waktu setempat, menegaskan bahwa pembebasan dua warga Kanada oleh China bukanlah pertukaran tahanan. Namun, kasus keduanya turut dibahas dalam percakapan telepon antara Presiden Joe Biden dan Presiden Xi Jinping pada 9 September lalu.

Departemen Kehakiman AS menyatakan bahwa keputusannya dalam kasus Meng diambil secara independen.

Gedung Putih menolak untuk mengomentari kakak-beradik Liu yang kembali ke AS. Ibunda keduanya, Sandra Han, diketahui masih ditahan atas sejumlah dakwaan pidana di China.

(nvc/ita)