Turki Ingin Beli Lagi Rudal Rusia, Bisa Bikin AS Geram

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 16:02 WIB
President of Turkey Recep Tayyip Erdogan makes a statement after chairing the cabinet meeting in Ankara, on December 14, 2020. (Photo by Adem ALTAN / AFP)
Recep Tayyip Erdogan (dok. AFP/ADEM ALTAN)
Ankara -

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan negaranya masih berniat membeli lebih banyak sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia. Langkah ini akan memperdalam perselisihan dengan Amerika Serikat (AS), sekutu Turki di NATO, dan berpotensi memicu sanksi-sanksi baru AS.

Seperti dilansir Reuters, Senin (27/9/2021),AS sebelumnya menyebut sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia memberikan ancaman bagi jet-jet tempur siluman F-35 milik AS dan bagi sistem pertahanan lebih luas milik NATO.

Turki menyatakan pihaknya tidak mampu mendapatkan sistem pertahanan udara dari sekutu-sekutu NATO dengan persyaratan yang memuaskan.

"Di masa depan, tidak ada yang bisa mencampuri dalam hal sistem pertahanan seperti apa yang kami dapatkan, dari negara mana pada tingkat apa," ucap Erdogan dalam wawancara yang disiarkan program CBS News 'Face the Nation' pada Minggu (26/9) waktu setempat.

"Tidak ada yang bisa mencampuri itu. Kami menjadi satu-satunya pihak yang membuat keputusan semacam itu," imbuhnya.

AS diketahui telah menerapkan sanksi terhadap Direktorat Industri Pertahanan Turki, kepalanya yang bernama Ismail Demir dan tiga pegawainya pada Desember tahun lalu setelah Turki mendapatkan pasokan pertama rudal S-400 dari Rusia.

Pembicaraan terus berlanjut antara Rusia dan Turki soal pengiriman pasokan kedua, yang berulangkali dinyatakan AS hanya akan memicu sanksi-sanksi baru.