2 Tahun Dipenjara, Anggota Parlemen Palestina Dibebaskan Israel

Tim detikcom - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 11:55 WIB
Ilustrasi Penjara
ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/bortn76)
Jakarta -

Otoritas Israel membebaskan anggota parlemen Palestina, Khalida Jarrar dari penjara setelah dua tahun ditahan.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (27/9/2021), Jarrar (58) dijatuhi hukuman dua tahun penjara pada Maret 2021 karena tergabung dalam kelompok Front Populer Pembebasan Palestina (PFLP), yang oleh Israel dan Amerika Serikat disebut sebagai organisasi "teroris".

Namun, militer Israel tidak menemukan bukti Jarrar telah mengambil bagian dalam tindakan kekerasan.

Politisi Palestina itu telah ditahan tanpa dakwaan sejak 2019 ketika dia ditangkap bersama beberapa tokoh Palestina lainnya, menyusul serangan yang menewaskan seorang remaja Israel. Otoritas Israel menyalahkan serangan itu pada PFLP.

Jarrar terpilih menjadi anggota Dewan Legislatif Palestina, atau parlemen, sebagai bagian dari PFLP.

Setelah mendekam di penjara selama dua tahun, Jarrar pun bebas pada hari Minggu (26/9) waktu setempat. Kelompok PFLP memberi selamat kepada Jarrar atas pembebasannya, menggambarkannya sebagai "kawan seperjuangan" yang dikenal karena "kesabaran dan keuletannya".

Seorang koresponden AFP mengatakan, setelah meninggalkan penjara, Jarrar mengunjungi makam putrinya, Suha yang meninggal pada Juli. Pada saat itu, otoritas penjara Israel menolak untuk mengizinkan Jarrar menghadiri pemakamannya.

Jarrar telah ditangkap dan dipenjara berkali-kali dan sering ditahan tanpa dakwaan, dalam apa yang disebut pihak Israel sebagai penahanan administratif.

Perintah penahanan administratif Israel memungkinkan tersangka ditahan tanpa dakwaan selama periode enam bulan, yang kemudian dapat diperpanjang. Israel menyatakan prosedur itu dimaksudkan untuk memungkinkan pihak berwenang menahan tersangka sambil terus mengumpulkan bukti, dengan tujuan untuk mencegah kejahatan.

Tetapi sistem itu telah dikritik oleh warga Palestina, kelompok hak asasi manusia dan anggota masyarakat internasional, yang menyebut Israel telah menyalahgunakannya.

Simak juga video 'Detik-detik Israel Tangkap Dua Tahanan Palestina yang Kabur':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)