Kanada Bebaskan Bos Huawei Meng Wanzhou

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 09:40 WIB
FILE - In this  Jan. 17, 2020, file photo, Huawei chief financial officer Meng Wanzhou, who is out on bail and remains under partial house arrest after she was detained last year at the behest of American authorities, leaves her home in Vancouver, British Columbia, as she heads to B.C. Supreme Court for a case management hearing. The first stage of her extradition hearing begins Monday, Jan. 20, 2020, in a Vancouver courtroom, a case that has infuriated Beijing, set off a diplomatic furor and raised fears of a brewing tech war between China and the United States. (Jonathan Hayward/The Canadian Press via AP, File)
Meng Wanzhou (Jonathan Hayward/The Canadian Press via AP, File)
Ottawa -

Hakim Kanada mengakhiri proses ekstradisi terhadap Meng Wanzhou, petinggi raksasa telekomunikasi China, Huawei, dan memerintahkan jaminan bersyaratnya dicabut, yang berarti secara efektif membebaskannya. Pembebasan ini diputuskan setelah tiga tahun terakhir Meng berstatus tahanan rumah di Kanada.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (25/9/2021), pembebasan ini diputuskan pada Jumat (24/9) waktu setempat setelah Meng mencapai kesepakatan dengan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) soal penangguhan dakwaan penipuan yang dijeratkan terhadapnya.

"Saya telah menandatangani perintah pembebasan," ucap Ketua Mahkamah Agung British Columbia, hakim Heather Holmes, pada akhir sidang singkat di mana jaksa Kanada yang bertindak mewakili AS meminta penundaan proses ekstradisi dan pencabutan jaminan bersyarat terhadap Meng.

Putusan hakim Kanada membebaskan Meng disampaikan beberapa jam setelah jaksa AS mengumumkan kesepakatan yang telah tercapai di mana dakwaan terhadapnya ditangguhkan dan akhirnya dicabut. Meng yang berusia 49 tahun merupakan putri dari pendiri Huawei, Ren Zhengfei.

Meng telah menghabiskan tiga tahun terakhir sebagai tahanan rumah di Vancouver, Kanada, sambil menghadapi sidang ekstradisi ke AS untuk menghadapi dakwaan penipuan terkait anak perusahaan Huawei yang menjual perlengkapan di Iran, yang dianggap melanggar sanksi-sanksi AS.

Di luar pengadilan Vancouver, Meng sempat mengucapkan terima kasih kepada hakim, para pendukungnya, para pejabat China dan bahkan pemerintah Kanada karena 'menegakkan hukum'.

"Selama tiga tahun terakhir, hidup saya kacau. Waktu saya terganggu sebagai seorang ibu, istri dan eksekutif perusahaan," ucap Meng.

"Namun, saya meyakini setiap persoalan memiliki pelajaran. itu benar-benar pengalaman yang tak ternilai dalam hidup saya. Ada pepatah mengatakan, semakin besar kesulitannya, semakin besar pertumbuhannya," imbuhnya.

Simak juga Video: 2 Kereta Kargo di Kanada Bertabrakan, 1 Orang Luka Ringan

[Gambas:Video 20detik]