Kapal Selam Picu Polemik, Australia Tegaskan Tak Berniat Cari Senjata Nuklir

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 18:38 WIB
bendera Australia
Ilustrasi
Jakarta -

Otoritas Australia menegaskan komitmennya sebagai pendukung sentralitas ASEAN setelah pengumuman kemitraan keamanan baru dengan Amerika Serikat (AS) dan Inggris, yang mencakup kesepakatan pasokan kapal selam bertenaga nuklir, memicu beragam tanggapan internasional.

Ditegaskan Duta Besar Australia untuk ASEAN, Will Nankervis, bahwa Australia akan terus mendorong kawasan yang damai dan aman dengan ASEAN sebagai pusatnya. Demikian seperti disampaikan dalam keterangan pers dari Kedubes Australia yang diterima detikcom, Selasa (21/9/2021).

"Komitmen kami terhadap sentralitas ASEAN tetap teguh seperti sebelumnya menyusul pengumuman bahwa kami akan membentuk kemitraan keamanan yang ditingkatkan antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat - AUKUS - yang akan memungkinkan kami untuk berbagi teknologi dan kemampuan dengan lebih baik. Ini bukan aliansi atau pakta pertahanan," tegas Nankervis dalam pernyataannya.

Disebutkan Nankervis bahwa perjanjian terbaru dengan AS dan Inggris ini tidak akan mengubah komitmen Australia terhadap ASEAN maupun dukungan berkelanjutan untuk arsitektur regional yang dipimpin ASEAN.

"Kami berkomitmen untuk terus mendorong kawasan yang damai dan aman dengan ASEAN sebagai pusatnya, dan untuk melengkapi dan memperkuat rancangan yang telah ada, yang dipimpin oleh ASEAN," sebutnya.

Lebih lanjut, Nankervis menyatakan bahwa sebagai negara dengan tiga samudra yang bergantung pada perdagangan internasional lintas laut, kapabilitas Angkatan Laut sangat penting bagi Australia.

Di bawah kemitraan AUKUS, sebut Nankervis, Australia akan membangun armada kapal selam bertenaga nuklir dengan memanfaatkan keahlian AS dan Inggris.