Bocorkan Kontak 250 Penerjemah Afghanistan, Inggris Minta Maaf

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 17:45 WIB
Perang hingga bencana alam kerap jadi faktor sejumlah warga tinggalkan negaranya untuk cari suaka. Sejumlah negara maju ini kerap jadi tujuan para pencari suaka
Ilustrasi -- Pengungsi Afghanistan (dok. Getty Images)
London -

Kementerian Pertahanan Inggris meminta maaf setelah tidak sengaja membocorkan alamat email milik lebih dari 250 penerjemah Afghanistan yang ingin pindah ke Inggris. Kesalahan fatal ini terjadi saat kelompok Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan bulan lalu.

Seperti dilansir AFP, Selasa (21/9/2021), kesalahan itu terungkap saat otoritas Inggris mengakui telah meninggalkan ratusan warga Afghanistan yang memenuhi syarat untuk direlokasi dalam proses evakuasi tergesa-gesa dari Kabul usai Taliban kembali berkuasa.

Laporan media terkemuka Inggris, BBC, menyebut sebuah email yang dikirimkan tim Kementerian Pertahanan menjanjikan bantuan terkait relokasi telah secara keliru menyalin alamat lebih dari 250 orang, sehingga semuanya bisa dilihat oleh seluruh penerima email itu. Banyak alamat yang menampilkan foto.

Kementerian Pertahanan Inggris dilaporkan mengirim sebuah email lainnya sekitar 30 menit kemudian, yang isinya menyarankan para penerima untuk segera mengubah alamat email mereka.

Salah satu penerjemah Afghanistan menuturkan kepada BBC bahwa kesalahan itu 'bisa merenggut nyawa para penerjemah, khususnya bagi mereka yang masih berada di Afghanistan'.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris dalam pernyataan pada Senin (20/9) malam waktu setempat menyatakan bahwa penyelidikan telah dimulai terhadap dugaan 'pelanggaran data informasi dari tim Kebijakan Bantuan Relokasi Afghanistan'.

"Kami meminta maaf kepada semua orang yang terdampak oleh pelanggaran ini dan berupaya keras memastikan ini tidak terjadi lagi," tegas juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris.