Korut Komentari Kapal Selam AS-Australia: Picu Adu Senjata Nuklir!

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 10:05 WIB
In this photo made available by the U.S. Navy, the guided-missile submarine USS Georgia transits the Strait of Hormuz in Persian Gulf, Monday, Dec. 21, 2020. The USS Georgia traversed the strategically vital waterway between Iran and the Arabian Peninsula on Monday, the U.S. Navy said, a rare announcement that comes amid rising tensions with Iran. (Mass Communication Specialist 2nd Class Indra Beaufort/U.S. Navy via AP)
Ilustrasi -- Kapal selam AS (dok. Mass Communication Specialist 2nd Class Indra Beaufort/U.S. Navy via AP)
Pyongyang -

Otoritas Korea Utara (Korut) mengomentari aliansi terbaru Amerika Serikat (AS) di kawasan Indo-Pasifik. Korut menyebut perjanjian kapal selam bertenaga nuklir antara AS dengan Australia bisa memicu 'perlombaan senjata nuklir' di kawasan tersebut.

Seperti dilansir AFP, Senin (20/9/2021), AS pekan lalu mengumumkan pakta keamanan tiga negara dengan Australia dan Inggris, sebagai bagian dari kemitraan strategis di mana kapal-kapal selam bertenaga nuklir buatan AS akan dipasok ke Australia.

"Ini merupakan tindakan yang sangat tidak diinginkan dan berbahaya yang akan merusak keseimbangan strategis di kawasan Asia-Pasifik dan memicu rantai perlombaan senjata nuklir," sebut seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korut seperti dilansir kantor berita Korut, Korean Central News Agency (KCNA).

"Hal ini menunjukkan bahwa AS merupakan pelaku utama dalam menumbangkan sistem non-proliferasi nuklir internasional," imbuh pejabat yang menempati posisi kepala divisi berita asing pada Departemen Pers dan Informasi Kementerian Luar Negeri Korut tersebut.

Pada Rabu (15/9) pekan lalu, Korut yang memiliki senjata nuklir ini meluncurkan dua rudal balistik yang jatuh ke lautan. Sedangkan negara tetangganya, Korea Selatan (Korsel) mengklaim sukses menguji coba rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam beberapa jam setelahnya.

Rentetan uji coba rudal dan kesepakatan pertahanan yang tercapai di Pasifik menyoroti perlombaan senjata di kawasan tersebut yang semakin intensif saat persaingan AS dan China terus berkembang.

"Sangat wajar bahwa negara-negara tetangga termasuk China mengecam tindakan ini sebagai tindakan tidak bertanggung jawab yang menghancurkan perdamaian dan stabilitas di kawasan," ucap pejabat Korut itu seperti dikutip KCNA.

Lihat juga video 'Kesal Proyek Kapal Selam Batal, Prancis Tarik Dubes AS-Australia':

[Gambas:Video 20detik]