Australia Bantah Tuduhan Bohong Prancis Soal Gagalnya Proyek Kapal Selam

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 16:24 WIB
Militer China hadir di Indo-Pasifik, Inggris, AS, dan Australia sepakati pakta pertahanan untuk menangkal kekuatan Tiongkok
Ilustrasi kapal selam (Foto: BBC World)
Sydney -

Perdana Menteri Australia Scott Morrison membantah berbohong kepada Prancis terkait batalnya kontrak pembelian kapal selam. Morrison berdalih pihaknya telah menyuarakan keprihatinan atas kesepakatan itu beberapa bulan yang lalu.

Keputusan Australia untuk membatalkan kontrak kapal selam Prancis demi kapal bertenaga nuklir Amerika Serikat (AS) memicu kemarahan. Presiden Prancis Emmanuel Macron bahkan menarik duta besarnya dari Australia dan AS.

Australia tetap pada pendiriannya saat tuduhan pengkhianatan dilemparkan pada mereka. Morrison bersikeras bahwa dia dan para menterinya sebelumnya telah mengkomunikasikan masalah mereka terkait proyek kapal selam dengan Prancis.

"Saya pikir mereka telah mengetahui setiap alasan bahwa kami memiliki kekhawatiran yang mendalam dan serius bahwa kemampuan yang diberikan oleh kapal selam kelas serang tidak akan memenuhi kepentingan strategis kami. Dan kami menjelaskan bahwa kami akan membuat keputusan berdasarkan kepentingan nasional kami," katanya kepada wartawan di Sydney, seperti dilansir AFP, Minggu (19/9/2021).

Komentar Morrison muncul setelah Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menggunakan bahasa yang jelas tidak diplomatis terhadap Australia, AS dan Inggris, yang menjadi bagian dari pakta keamanan tiga arah terkait kontrak kapal selam.

"Telah terjadi kebohongan, duplikasi, pelanggaran besar terhadap kepercayaan dan penghinaan. Ini tidak akan terjadi," kata Le Drian kepada televisi France 2.

Presiden Emmanuel Macron juga menarik duta besar untuk Australia dan AS. Penarikan dilakukan untuk menandakan kemarahannya atas keputusan Australia yang disebut melanggar kesepakatan kapal selam dengan Prancis.

Le Drian menggambarkan penarikan duta besar untuk pertama kalinya dalam sejarah hubungan dengan negara-negara tersebut sebagai tindakan "simbolis" yang bertujuan "untuk menunjukkan betapa tidak bahagianya kita dan bahwa ada krisis serius di antara kita".

Simak video 'Kesal Proyek Kapal Selam Batal, Prancis Tarik Dubes AS-Australia':

[Gambas:Video 20detik]