Round-up

Kuasa Taliban di Afghanistan Berujung Ditutupnya Kementerian Perempuan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 07:27 WIB
Sejumlah pasukan Taliban berjaga di area sekitar Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul. Mereka bersiaga di kawasan itu usai AS tinggalkan Afghanistan.
Ilustrasi Kelompok Taliban (Foto: AP Photo/Khwaja Tawfiq Sediqi)
Jakarta -

Kelompok Taliban yang kini berkuasa di Afghanistan menutup Kementerian Urusan Perempuan. Kementerian itu kini diganti dengan "kementerian polisi moral".

"kementerian polisi moral" diketahui merupakan Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan.

Dilansir Kantor berita Reuters, Sabtu (18/9/2021), simbol-simbol di gedung Kementerian Perempuan itu telah diganti dengan tanda polisi moral Taliban. Menurut foto-foto, sebuah penanda di gedung itu bertuliskan, "Kementerian Doa dan Bimbingan dan Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan".

Sementara itu para karyawan wanita di kementerian itu dilarang masuk ke gedung saat mereka datang untuk bekerja.

Para karyawan wanita ini tampak bingung. Salah seorang karyawan mengatakan dirinya sebagai tulang punggung keluarga, dan bingung apa yang harus dilakukan wanita Afghanistan.

"Saya satu-satunya pencari nafkah di keluarga saya," kata seorang wanita yang bekerja di kementerian itu. "Ketika tidak ada lagi kementerian itu, apa yang harus dilakukan seorang wanita Afghanistan?" dia bertanya.

Taliban sebelumnya telah menyatakan bahwa perempuan Afghanistan tidak akan diizinkan bekerja di kementerian-kementerian pemerintah bersama-sama pria.

Kini, para karyawan perempuan di Kementerian Urusan Perempuan mengatakan bahwa mereka tidak diizinkan untuk melapor ke tempat kerja, dan disuruh pulang ke rumah setiap kali mereka datang.

Lihat juga video 'Pendiri Taliban Bantah Diisukan Terbunuh Gegara Bentrok Internal':

[Gambas:Video 20detik]