Dihajar Corona, Perawat Filipina Kelelahan-Sakit-Berhenti Kerja

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 12:23 WIB
Ilustrasi perawat
ilustrasi perawat (Foto: Getty Images/iStockphoto/gpointstudio)
Jakarta -

Para perawat yang kelelahan di Filipina menghadapi perjuangan berat untuk merawat pasien karena banyak rekan kerja mereka terinfeksi COVID-19 ataupun berhenti kerja.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (18/9/2021), profesi perawat di Filipina sudah sangat kekurangan staf bahkan sebelum pandemi virus Corona. Pandemi telah membuat jumlah perawat makin berkurang.

Negara ini sedang mengalami rekor peningkatan kasus infeksi Corona, yang dipicu oleh varian Delta. Departemen Kesehatan Filipina melaporkan kekurangan tenaga keperawatan lebih dari 100.000 orang. Hal ini memaksa mereka bertahan harus bekerja berjam-jam dengan gaji kecil pada kontrak jangka pendek.

"Mereka lelah dan kehabisan tenaga," kata direktur keperawatan, Lourdes Banaga, di sebuah rumah sakit swasta di selatan Manila, kepada AFP.

"Pada awal pandemi, kami memiliki hampir 200 perawat," kata Banaga, direktur layanan keperawatan di Pusat Medis Lipa Medix di provinsi Batangas tersebut.

"Pada September itu berkurang menjadi 63 perawat," imbuhnya.

Angka resmi menunjukkan 75.000 perawat bekerja di rumah sakit umum dan swasta Filipina, tetapi sekitar 109.000 lagi yang dibutuhkan.

Kepala Persatuan Perawat Filipina, Maristela Abenojar mengatakan, pandemi telah memperburuk kekurangan perawat yang sudah ada sebelumnya. Situasi ini dia gambarkan sebagai "ironis" di salah satu pengekspor pekerja kesehatan terbesar di dunia.

Menurutnya, kekurangan staf kronis tersebut adalah karena gaji yang tidak memadai.

Simak juga Video: Ribuan Warga Filipina Ramai-ramai Ikut Vaksinasi Covid, Takut BLT Dicabut

[Gambas:Video 20detik]