AS Akan Dakwa Eks Pilot Boeing Terkait Kecelakaan 737 MAX

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 15:10 WIB
FILE PHOTO: The Boeing logo is pictured at the Latin American Business Aviation Conference & Exhibition fair (LABACE) at Congonhas Airport in Sao Paulo, Brazil, Aug. 14, 2018. REUTERS/Paulo Whitaker/File Photo
Ilustrasi (REUTERS/Paulo Whitaker/File Photo)
Washington DC -

Jaksa federal Amerika Serikat (AS) bersiap mendakwa seorang mantan pilot penguji Boeing terkait dugaan menyesatkan regulator penerbangan soal masalah keselamatan, yang diyakini menjadi penyebab dua kecelakaan fatal Boeing 737 MAX beberapa tahun lalu.

Seperti dilansir AFP, Jumat (17/8/2021), media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), melaporkan bahwa pilot bernama Mark Fornker itu menjadi kontak utama antara Boeing dengan Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) soal bagaimana para pilot harus dilatih menerbangkan 737 MAX.

Menurut dokumen yang dipublikasikan awal tahun 2020, Forkner menahan sejumlah informasi detail soal sistem penanganan penerbangan yang mengalami gangguan pada Boeing 737 MAX yang disebut Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver atau MCAS dari pihak regulator penerbangan.

Boeing 737 MAX disertifikasi secara resmi pada Maret 2017.

Namun di-grounded secara global selama 20 bulan setelah terjadi dua kecelakaan fatal pada Oktober 2018 di Indonesia dan Maret 2019 di Ethiopia yang menewaskan total 346 orang.

MCAS diyakini sebagai penyebab dua kecelakaan Boeing 737 MAX tersebut.

Boeing 737 MAX kembali diperbolehkan terbang mulai akhir tahun 2020, setelah software MCAS dimodifikasi.