Dicurigai Terlibat Pembunuhan Presiden, Begini Reaksi PM Haiti

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 11:40 WIB
(FILES) In this file photo Designated Prime Minister Ariel Henry speaks during a ceremony at La Primature in Port-au-Prince, Haiti, on July 20, 2021. - Haitis top prosecutor said on September 14, 2021 he was seeking charges against Prime Minister Ariel Henry for the July assassination of President Jovenel Moise. The Port-au-Prince government commissioner, the equivalent of a federal prosecutor, asked the judge investigating the killing to charge Henry with involvement in the case over alleged phone calls Henry made with one of the main suspects. (Photo by Valerie Baeriswyl / AFP)
PM Haiti Ariel Henry (Foto: AFP/VALERIE BAERISWYL)
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Haiti Ariel Henry menepis kecurigaan yang ditujukan padanya terkait pembunuhan Presiden Jovenel Moise sebagai keributan yang dimotivasi oleh kepentingan politik.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (17/9/2021), dalam sebuah pernyataan yang diposting di jejaring sosial, kepala pemerintahan Haiti itu mengecam "keributan yang diatur di tingkat nasional dan internasional seputar percakapan telepon yang terjadi pada malam pembunuhan presiden."

Moise ditembak pada 7 Juli di rumahnya di Port-au-Prince. Meski puluhan orang telah ditangkap, identitas mereka yang memerintahkan pembunuhan itu tetap menjadi misteri.

Sebelumnya pada hari Selasa (14/7) waktu setempat, komisaris pemerintah Port-au-Prince - setara dengan jaksa federal - meminta hakim yang bertanggung jawab atas kasus tersebut untuk mendakwa Henry atas dua panggilan telepon yang dia lakukan dengan salah satu tersangka utama, pejabat pemerintah Joseph Felix Badio, hanya beberapa jam setelah serangan tersebut.

Telepon Badio diduga dilacak ke daerah dekat kediaman Moise ketika Badio menelepon Henry dua kali pada dini hari tanggal 7 Juli, setelah presiden terbunuh.

Henry memecat jaksa tersebut hanya beberapa jam setelah permintaan mendakwa dirinya dibuat. Dia kemudian juga memecat Menteri Kehakiman.

Henry, yang ditunjuk oleh Moise dua hari sebelum presiden dibunuh, menambahkan bahwa "percakapan dengan individu-individu yang menjadi sasaran tuduhan tidak dapat, bagaimanapun, berfungsi untuk memberatkan siapa pun."

Sebanyak 44 orang, termasuk 18 warga Kolombia dan dua warga Amerika keturunan Haiti, telah ditangkap sebagai bagian dari penyelidikan pembunuhan Moise.

Tak satu pun dari tim keamanan Moise terluka dalam serangan itu.

(ita/ita)