International Updates

Biden Lupa Nama PM Australia, Prancis Marah ke Australia Gegara Kapal Selam

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 20:12 WIB
Presiden AS Joe Biden mengutuk bom bunuh diri yang terjadi di Kabul, Afghanistan. Ia berjanji buru dalang utama bom bunuh diri yang tewaskan 12 tentara AS itu.
Presiden AS Joe Biden (Foto: AP Photo/Evan Vucci)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, memicu momen canggung saat mengumumkan aliansi pertahanan baru dengan Inggris dan Australia. Ketika mengucapkan terima kasih untuk kedua negara itu, Biden tampaknya lupa dengan nama Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison.

Seperti dilansir AFP, Kamis (16/9/2021), Biden awalnya menyebut PM Morrison sebagai 'that fellow Down Under' atau 'kawan dari Down Under'. Istilah Down Under seringkali digunakan untuk menyebut Australia dan Selandia Baru karena letaknya di bawah garis khatulistiwa.

Momen ini terjadi saat pengumuman Gedung Putih yang disiarkan televisi, dengan Biden diapit oleh video besar yang menampilkan PM Inggris Boris Johnson dan PM Morrison, yang bergabung secara virtual dari negara masing-masing.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (16/9/2021):

- Diplomat Afghanistan Ramai-ramai Serukan Dunia Tolak Akui Taliban

Sekelompok diplomat Afghanistan di berbagai negara merilis pernyataan gabungan yang menyerukan para pemimpin dunia untuk tidak memberikan pengakuan resmi terhadap Taliban yang kini berkuasa kembali.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (16/9/2021), para diplomat itu juga mencela sekutu-sekutu Afghanistan yang dianggap 'membiarkan rakyat kami berada di bawah kelompok teroris'.

Pernyataan gabungan itu ditandatangani oleh puluhan pejabat Afghanistan yang beroperasi dalam kerangka diplomatik namun tanpa pemerintah yang diwakili.

Kebanyakan diplomat Afghanistan itu masih bekerja dari misi-misi diplomatik di Amerika Serikat (AS), Inggris, Prancis, Turki dan negara-negara lainnya.

- Macron Umumkan Pemimpin ISIS di Sahara Tewas Melawan Militer Prancis

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengumumkan bahwa pasukan militer Prancis telah menewaskan pemimpin Islamic State in the Greater Sahara (ISGS), Adnan Abu Walid al-Sahrawi, dalam pertempuran di kawasan Afrika.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Kamis (16/9/2021), ISGS yang masih afiliasi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) banyak disalahkan atas serentetan serangan jihadis di wilayah Mali, Niger dan Burkina Faso.

Area perbatasan ketiga negara itu diketahui kerap menjadi target serangan ISGS dan kelompok militan afiliasi Al-Qaeda yang bernama Kelompok Dukungan Islam dan Muslim (GSIM).

- Dikabarkan Terluka dalam Bentrokan Internal, Pendiri Taliban Membantah

Salah satu pendiri kelompok Taliban, Abdul Ghani Baradar, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Perdana Menteri (PM) Afghanistan dilaporkan mengalami luka-luka saat terlibat bentrok dengan faksi rivalnya. Baradar muncul ke publik dalam wawancara terbaru untuk menyangkal laporan tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (16/9/2021), bantahan itu disampaikan Baradar dalam wawancara dengan televisi nasional Afghanistan pada Rabu (15/9) waktu setempat, yang videonya diposting ke Twitter oleh kantor politik Taliban di Doha, Qatar.