Biden Bela Jenderal AS yang Diam-diam Telepon China Usai Trump Kalah Pilpres

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 09:38 WIB
President Joe Biden speaks about the end of the war in Afghanistan from the State Dining Room of the White House, Tuesday, Aug. 31, 2021, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)
Joe Biden (dok. AP Photo/Evan Vucci)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menyatakan dukungan untuk jenderal militer top AS, Mark Milley, yang baru saja dilaporkan sempat diam-diam menghubungi China karena khawatir mantan Presiden Donald Trump bisa saja memicu serangan nuklir usai kalah pilpres tahun 2020 lalu.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Kamis (16/9/2021), kutipan buku berjudul 'Peril' yang ditulis oleh penulis sejarah kepresidenan Bob Woodward dan rekan penulisnya, Robert Costa, mengungkapkan bahwa Milley yang menjabat Kepala Staf Gabungan AS dua kali menghubungi Jenderal Li Zuocheng dari Tentara Pembebasan China untuk menenangkan situasi setelah Trump kalah dari Biden.

Dalam percakapan telepon itu, Milley disebut memberi kepastian kepada Jenderal Li bahwa pemerintah AS stabil dan bahwa AS tidak akan menyerang China, serta jikalau akan ada serangan, dirinya akan memberitahu China lebih dulu.

Kutipan buku yang dijadwalkan akan dirilis pada 21 September mendatang itu juga menggambarkan Milley mengorganisir Pentagon dan komunitas intelijen AS untuk menolak setiap langkah yang diambil Trump untuk meningkatkan ketegangan dengan China atau Iran setelah dia kalah pilpres November 2020.

Panggilan telepon rahasia yang dilakukan Milley terhadap China itu memicu kekhawatiran bahwa Milley mengabaikan kendali sipil, namun Biden membelanya dalam pernyataan pada Rabu (15/9) waktu setempat.

"Saya memiliki kepercayaan besar pada Jenderal Milley," tegas Biden.

Politikus Partai Republik yang menaungi Trump, sebelumnya menyerukan agar Biden memecat Milley. Mereka menuduh Milley telah merusak kendali sipil atas militer dalam panggilan telepon kepada China pada Oktober 2020 dan Januari 2021 lalu, saat Trump menolak menerima kekalahan dalam pilpres.

Simak video '90 Menit Biden Telepon Xi Jinping, Bahas Isu Strategis':

[Gambas:Video 20detik]