Pakistan Sarankan Taliban Diundang ke Forum Regional

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 02:33 WIB
Pakistani Foreign Minister and vice President of ruling Pakistan Tehreek-e-InsafShah Mehmood Qureshi briefsmedia representatives in Islamabad on December 15, 2020, after oppositionannounced the march to Islamabad ro demand Prime Minister Imran Khans resignation. (Photo by Farooq NAEEM / AFP)
Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood (Foto: AFP/FAROOQ NAEEM)
Islamabad -

Pakistan menyarankan Taliban yang saat ini memerintah Afghanistan agar diundang ke forum regional yang dikelola oleh 6 negara. Undangan itu agar membantu Taliban untuk mencegah krisis kemanusiaan dan ekonomi di Afghanistan.

Dilansir Reuters, Rabu (8/9/2021), Taliban pada Selasa waktu setempat mengumumkan pemerintahan baru di Afghanistan. Pemerintahan interim akan dipimpin oleh Mullah Mohammad Hassan Akhund.

Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood, berbicara pada konferensi virtual yang mempertemukan Pakistan, Cina, Tajikistan, Uzbekistan, Iran dan Turkmenistan untuk membahas strategi Afghanistan. Dia melontarkan gagasan untuk mengundang penguasa baru di Kabul itu ke pertemuan yang mendatang.

"Saya juga menyarankan agar kita mempertimbangkan gagasan untuk mengundang Afghanistan di masa depan," kata Qureshi.

"Partisipasi Afghanistan akan meningkatkan efektivitas forum ini dalam mengejar tujuan bersama kami untuk perdamaian dan stabilitas abadi di Afghanistan," tambahnya.

Sebuah pernyataan pembukaan pada konferensi itu mengatakan bahwa para negara tetangga sepakat untuk bekerja sama lebih erat dengan Taliban. Hal itu untuk mencegah bencana kemanusiaan yang membayangi di Afghanistan.

"Setelah perkembangan terakhir, prioritas utama adalah untuk mencegah krisis kemanusiaan yang dapat memperburuk penderitaan rakyat Afghanistan," kata Qureshi dalam siaran langsung dan membaca sebuah pernyataan.

"Yang sama pentingnya adalah mengambil langkah-langkah untuk mencegah krisis ekonomi di negara ini," sambungnya.

Pernyataan itu juga memaparkan bahwa negara tetangga Afghanistan akan membutuhkan pendekatan terkoordinasi untuk mengatasi tantangan yang berasal dari perubahan rezim di Kabul, setelah pasukan AS dan NATO pergi.

Dikatakannya tantangan itu termasuk keamanan perbatasan. Serta mencegah tanah Afghanistan digunakan sebagai basis terorisme dan kemungkinan masuknya pengungsi.

Diketahui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan layanan dasar publik sedang terurai di Afghanistan, di mana makanan dan bantuan lainnya akan segera habis. Sementara itu, lebih dari setengah juta orang telah mengungsi tahun ini.

(lir/lir)