Dubes RI Promosikan Pancasila pada Pemimpin Umat Katolik Panama

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 26 Agu 2021 16:16 WIB
KBRI Panama
Foto: KBRI Panama City
Jakarta -

Duta Besar LBBP RI, Sukmo Harsono, bertemu dengan Uskup Agung Katolik Panama (Uskup Agung Panama), Monseñor Jose Domingo Ulloa Mendieta O.S.A. di kantor Keuskupan Agung Panama pada Rabu, 25 Agustus. Duta Besar Sukmo Harsono didampingi oleh Counsellor Protokol dan Konsuler, Rheinhard Sinaga, dan Pastur Mikhael Malik, seorang Pastur WNI yang berasal dari NTT yang telah melayani di Panama selama 25 tahun. Saat ini, sebanyak 80.6% dari 4,3 juta penduduk Panama adalah pemeluk agama Katolik.

Dalam rilis persnya pada Kamis (26/8/2021), KBRI Panama City menyatakan pertemuan ini merupakan serangkaian pertemuan yang dilakukan Duta Besar RI di Panama untuk meningkatkan hubungan dengan para pemimpin agama di Panama. Sebelumnya, Dubes Panama juga telah melakukan pertemuan silaturahmi dengan Mufti Besar Umat Islam Panama City, Abdul Kadir, untuk berbagi Informasi tentang perkembangan umat Islam di kedua Negara. Mufti Abdul Kadir juga mendoakan agar COVID-19 segera berlalu di Indonesia.

Selain berkenalan dengan Uskup Agung Panama, Duta Besar juga berkesempatan memperkenalkan Pancasila, pluralisme, dan kerukunan umat beragama di Indonesia, serta menjajaki kemungkinan kerja sama antar pimpinan umat beragama Indonesia dan Panama untuk kerja sama konkrit guna mendekatkan hubungan antar kedua rakyat (people-to-people-contact).

"Saya menyampaikan kepada Uskup Agung bahwa Indonesia menjunjung tinggi perbedaan dan keberagaman. Negara Indonesia menjamin kebebasan beragama dalam Konstitusi (Pasal 29 UUD 1945) kepada enam agama di Indonesia yang diakui Pemerintah RI, Islam, Kristen Protestan, Roma Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu," kata Sukmo Harsono.

Duta Besar juga menjelaskan bahwa bentuk Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan dengan sistem pemerintahan Presidensial yang saat ini dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Selain itu, Duta Besar Sukmo juga menjelaskan bahwa Indonesia dipersatukan oleh landasan ideologi yakni Pancasila yang menjadi Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Saya menjelaskan secara rinci setiap Sila dalam Pancasila dan menjelaskan makna dari lambang-lambang dalam Kelima Sila tersebut dan kaitannya dengan aspek-aspek kehidupan bernegara. Selain itu, saya juga jelaskan bahwa Indonesia juga dipersatukan dengan prinsip satu Tanah Air, satu Bangsa, dan satu Bahasa," ujar Sukmo Harsono.

Dalam pertemuan, Uskup Agung Monseñor Jose Domingo Ulloa Mendieta O.S.A. sangat mengapresiasi kunjungan Duta Besar Sukmo Harsono dan merupakan pengalaman baru bagi dirinya.