Iran Lanjutkan Ekspor Bahan Bakar ke Afghanistan Atas Permintaan Taliban

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 24 Agu 2021 15:11 WIB
Bendera Iran
Ilustrasi (dok. REUTERS/Morteza Nikoubazl)
Teheran -

Otoritas Iran melanjutkan kembali ekspor bensin dan minyak gas ke wilayah Afghanistan, negara tetangganya, sejak beberapa hari lalu. Dilanjutkannya ekspor bahan bakar ini dilakukan Iran setelah mendapat permintaan dari kelompok Taliban yang kini berkuasa di Afghanistan.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (24/8/2021), harga bensin di Afghanistan mencapai US$ 900 per ton pekan lalu saat banyak warga Afghanistan yang panik berkendara ke luar kota. Mereka mengkhawatirkan pembalasan dan kembalinya versi keras hukum syariah yang diterapkan Taliban dua dekade lalu.

Untuk menangkal lonjakan harga bahan bakar, Taliban dilaporkan meminta Iran untuk tetap membuka perbatasan bagi para pedagang.

"Taliban mengirimkan pesan kepada Iran yang mengatakan 'Anda bisa melanjutkan ekspor produk petroleum'," tutur anggota dewan dan juru bicara Serikat Eksportir Produk Minyak, Gas dan Petrokimia Iran, Hamid Hosseini, dalam pernyataannya kepada Reuters.

Dia menyatakan bahwa sejumlah pedagang Iran berhati-hati karena alasan keamanan setelah Taliban berkuasa di Afghanistan.

Hosseini menambahkan bahwa ekspor Iran ke Afghanistan dimulai kembali sejak beberapa hari lalu, setelah Taliban memangkas tarif impor bahan bakar dari Iran hingga 70 persen. Hal itu ditunjukkan dalam dokumen resmi dari Bea Cukai Afghanistan.

Diketahui bahwa ekspor utama Iran ke Afghanistan adalah bensin dan minyak gas. Iran tercatat mengekspor sekitar 400.000 ton bahan bakar ke Afghanistan pada Mei 2020 hingga Mei 2021 lalu.

Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan sejak pekan lalu, setelah pemerintahan sipil kolaps dan tentara Afghanistan tidak memberikan perlawanan berarti.

(nvc/tor)