Kehamilan Remaja Afrika Selatan Melonjak Selama Pandemi Corona

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 24 Agu 2021 05:55 WIB
Silhouette of pregnant woman
Ilustrasi (Foto: iStock)
Gauteng -

Langkah pembatasan dan penguncian untuk menekan penularan Corona di Afrika Selatan membuat gadis-gadis remaja sulit mendapatkan akses kontrasepsi dan aborsi. Save the Children mencatat jumlah anak yang lahir oleh ibu remaja di negara itu meningkat hingga 60 persen.

Dilansir AFP, Selasa (24/8/2021) Save the Children menyebut jumlah anak yang lahir dari ibu remaja di Gauteng, provinsi terpadat di Afrika Selatan, telah meningkat setidaknya 60 persen sejak pandemi melanda. Lebih dari 930 ibu tersebut berusia di bawah 14 tahun.

Klinik yang kewalahan, penutupan sekolah, dan peraturan untuk tinggal di rumah yang dikeluarkan sejak virus corona mencapai Afrika Selatan pada Maret 2020, membuat remaja kesulitan mengakses layanan kesehatan seksual dan reproduksi.

Menurut angka pemerintah yang dikutip oleh Save the Children, lebih dari 23.000 anak perempuan di bawah 18 tahun telah melahirkan di Gauteng antara April 2020 dan Maret 2021. Dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu sebanyak 14.577 anak perempuan berusia 19 tahun ke bawah pada periode yang sama.

"Pandemi global berisiko menjadi masa kemunduran yang tidak dapat diubah dan kehilangan kemajuan bagi anak perempuan," kata manajer nasional Save the Children untuk kesehatan dan gizi, Marumo Sekgobela.

"Kecuali kita bertindak cepat dan tegas, dampaknya pada masa depan anak perempuan... akan menghancurkan," tambahnya.

Save the Children mengatakan ibu remaja sering distigmatisasi, dipaksa putus sekolah dan didorong ke pernikahan dini. Bayi mereka juga memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih rendah dan cenderung diabaikan. Hal itu menambah biaya sosial dan ekonomi negara selain konsekuensi manusia.

Oleh sebab itu, Save the Children mendesak pemerintah untuk menghapus 'hambatan' mengakses layanan dan meminta keluarga, pemimpin agama dan tradisional untuk mendukung hak remaja atas kesehatan reproduksi.

Fasilitas kesehatan Afrika Selatan saat ini berjuang dengan gelombang ketiga penularan virus corona. Diketahui penguncian sebagian masih berlaku.

Sementara itu, sekolah belum kembali ke kapasitas penuh, dengan siswa bergilir antara pelajaran tatap muka dan online.

Gauteng merupakan rumah bagi lebih dari 15 juta orang, seperempat dari populasi Afrika Selatan. Kota ini mencakup ibu kota administratif Pretoria dan pusat keuangan Johannesburg.

Lihat juga video 'Pengakuan Pria Bunuh Pacar yang Hamil di Indekos Semarang':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)