Nasib Busana Wanita Afghanistan Kini di Tangan Dewan Ulama Taliban

ADVERTISEMENT

Round-Up

Nasib Busana Wanita Afghanistan Kini di Tangan Dewan Ulama Taliban

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 22:03 WIB
KALAKAN,  AFGHANISTAN - FEBRUARY 23:  Afghan women wait in line to be treated at the Kalakan health clinic February 23,2003 in Kalakan, Afghanistan.  (Photo by Paula Bronstein/Getty Images)
Ilustrasi (Getty Images/Paula Bronstein)

Janji Taliban

Dilansir AFP, kini Taliban tidak lagi akan memaksa perempuan mengenakan burqa. Wanita-wanita di Afghanistan hanya akan diminta untuk memakai hijab. Begitulah janji terbaru Taliban yang ditaburkan lewat juru bicaranya.

"Burqa bukan satu-satunya hijab yang bisa dikenakan, ada jenis hijab yang berbeda, tidak terbatas pada burqa," ucap juru bicara kantor politik Taliban di Doha, Qatar, Suhail Shaheen, kepada media Inggris, Sky News, Rabu (18/8) kemarin.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan rezim baru akan 'berbeda secara positif' dari masa kepemimpinan mereka pada 1996-2001, yang terkenal dengan kematian rajam dan melarang perempuan bekerja dengan laki-laki.

"Kalau soal ideologi, keyakinan, tidak ada bedanya, tapi kalau kita hitung berdasarkan pengalaman, kedewasaan, dan wawasan, pasti banyak perbedaannya," kata Mujahid.

Dia juga mengatakan Taliban berkomitmen untuk membiarkan perempuan bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Tapi dia tidak menjelaskan aturan spesifik.

Meski sudah tidak diwajibkan pemerintah, pemakaian burqa masih dilakukan oleh perempuan di Kota Kabul, Afghanistan. Salah satu alasannya karena keyakinan dan keamanan. Bagaimana mereka melewati Ramadan dan pandemi Corona saat ini ?Meski sudah tidak diwajibkan pemerintah, pemakaian burqa masih dilakukan oleh perempuan di Kota Kabul, Afghanistan. Salah satu alasannya karena keyakinan dan keamanan. Bagaimana mereka melewati Ramadan dan pandemi Corona saat ini ? Foto: AP/Rahmat Gul

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan pihaknya bakal menagih janji Taliban.

"Jika Taliban mengatakan mereka akan menghormati hak-hak warganya, kami akan mencari mereka untuk menegakkan pernyataan itu dan membuat pernyataan itu baik," ucapnya.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan menilai Taliban berdasarkan cara mereka memperlakukan perempuan, serta perlakuan lainnya yang berhubungan dengan kemanusiaan hingga terorisme.

"Kita akan menilai rezim ini berdasarkan pilihan-pilihan yang diambilnya, dan berdasarkan tindakan daripada kata-katanya, berdasarkan sikapnya terhadap terorisme, terhadap kejahatan dan narkotika, juga akses kemanusiaan, dan hak perempuan untuk menerima pendidikan," ucap Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, pada Rabu (18/8) waktu setempat.


(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT