Kanada Tutup Sementara Kedubes di Kabul

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 15 Agu 2021 23:23 WIB
A Taliban flag flies in the main square of Kunduz city after fighting between Taliban and Afghan security forces, in Kunduz, Afghanistan, Sunday, Aug. 8, 2021. Taliban fighters Sunday took control of much of the capital of northern Afghanistans Kunduz province, including the governors office and police headquarters, a provincial council member said. (AP Photo/Abdullah Sahil)
Situasi di Afghanistan (Foto: AP/Abdullah Sahil)
Kabul -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Kanada mengumumkan bahwa pihaknya akan menutup sementara Kantor Kedutaan Besar Kanada di Kabul, Afghanistan. Penutupan itu dilakukan karena Taliban telah memasuki Kabul.

Dilansir AFP, Minggu (15/8/2021) Kemlu Kanada mengatakan bahwa staf Kedubes di Kabul sudah dalam perjalanan kembali ke Kanada. Kantor Kedubes akan dibuka kembali setelah kondisi di Kabul terkendali dan aman.

Penarikan staf Kedubes ini dilakukan menyusul penarikan sebagian besar pasukan AS. Serta kemajuan pesat Taliban yang menaklukkan di sebagian besar negara itu. Para para pejuang Taliban juga siap untuk merebut ibu kota Afghanistan.

Sementara itu, Presiden Ashraf Ghani telah meninggalkan Kabul. Hal itu disampaikan oleh senior Kementerian Dalam Negeri Afghanistan.

Pemerintah Kanada sebelumnya mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka siap untuk menyambut hingga 20.000 pengungsi Afghanistan dalam menanggapi krisis kemanusiaan yang muncul akibat konflik itu.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken juga mengatakan staf Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Kabul dipindahkan ke bandara. Hal itu dilakukan saat pasukan Taliban memasuki Ibu Kota Afghanistan.

Dilansir AFP, Minggu (15/8) Blinken mengatakan Taliban berada di ambang kemenangan total. Saat ini pasukan Taliban disebut diperintahkan untuk menunggu di pinggiran Kabul dan pemerintah mengakui sedang 'pengalihan kekuasaan'.

"Itulah sebabnya kami mengirim pasukan untuk memastikan kami dapat melakukan (pemindahan) ini dengan aman dan tertib. Kompleks itu sendiri, orang-orang pergi dari sana dan menuju bandara," kata Blinken kepada ABC.

(lir/lir)