Gunakan Peluru Karet, Polisi Thailand Bubarkan Demonstran Anti-Pemerintah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 11 Agu 2021 17:41 WIB
Jakarta -

Polisi Thailand menggunakan peluru karet terhadap para pengunjuk rasa, yang dua hari berturut-turut ini menggelar aksi demo di Bangkok, ibu kota Thailand. Dalam aksinya, para demonstran berunjuk rasa menentang pemerintah dan penanganannya terhadap krisis virus Corona.

Aksi demo digelar saat Thailand mencoba untuk mengendalikan wabah Corona terburuknya sejauh ini, dengan lebih dari 21.000 kasus baru diumumkan pada hari Rabu (11/8) ini.

Lambannya program vaksinasi serta kesulitan keuangan akibat pembatasan-pembatasan telah memicu kemarahan publik terhadap pemerintah Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (11/8/2021), sekitar 150 demonstran berkumpul di persimpangan utama Monumen Kemenangan Bangkok pada Rabu sore. Mereka berniat untuk berbaris ke kediaman Prayut.

Namun, para demonstran tersebut dengan cepat membubarkan diri ketika polisi anti huru-hara bergerak dan menangkap setidaknya dua demonstran.

Sebelumnya pengunjuk rasa membakar patung seorang hakim Thailand yang telah menolak jaminan untuk tahanan politik.

"Polisi bukan musuh kami. Musuh kami yang sebenarnya adalah pemerintah," kata seorang demonstran.

Sebelumnya pada hari Selasa (10/8), para pengunjuk rasa dan polisi bentrok di Bangkok, dengan 48 demonstran ditangkap dan sembilan petugas polisi terluka.

Dalam bentrokan itu, petugas polisi menggunakan gas air mata, meriam air dan peluru karet sementara pengunjuk rasa membalas dengan petasan dan batu.

(ita/ita)