Varian Delta Mengganas, Picu 93 Persen Kasus Baru Corona di AS

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 10:15 WIB
Mia Fontes, 15 shows the stickers she received after being inoculated with the second dose of the Pfizer COVID-19 vaccine, Thursday, July 22, 2021, at the American Museum of Natural History in New York. The museum moved their vaccination site from the Hall of Ocean Life where the famous 94-foot-long model of a blue whale is hanging from the ceiling to a smaller adjacent gallery. New York City is closing the big vaccination sites to focus on areas with low vaccination rates. (AP Photo/Mary Altaffer)
Ilustrasi (dok. AP Photo/Mary Altaffer)
Washington DC -

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS) atau CDC menyatakan virus Corona (COVID-19) varian Delta yang sangat mudah menular, telah memicu sekitar 93,4 persen kasus baru Corona di negara tersebut.

Seperti dilansir Xinhua News Agency dan CNN, Kamis (5/8/2021), angka tersebut mencakup sejumlah sub-turunan Delta, yang semuanya diklasifikasikan sebagai varian mengkhawatirkan. Bersama-sama, varian itu menyumbang sekitar 93,4 persen kasus Corona dalam dua pekan terakhir pada bulan Juli.

Angkanya bahkan jauh lebih tinggi di beberapa wilayah AS lainnya, termasuk Iowa, Kansas, Missouri dan Nebraska, di mana varian Delta menyumbang lebih dari 98 persen dari virus yang beredar.

Angka-angka ini telah menunjukkan peningkatan cepat selama lebih dari dua bulan bulan terakhir. Dalam periode dua pekan hingga 22 Mei, contohnya, prevalensi (jumlah keseluruhan kasus dalam suatu waktu di suatu wilayah) varian Delta diperkirakan mencapai sekitar 3 persen.

Disebutkan CDC bahwa rata-rata tambahan kasus harian di AS dalam sepekan terakhir naik menjadi 66.606 kasus per hari, dari tadinya 40,597 kasus per hari selama sepekan sebelumnya. Ini berarti terjadi kenaikan lebih dari 64 persen.

Sementara itu, pada periode yang sama selama Mei, varian lainnya yang pertama diidentifikasi di Inggris -- varian Alpha atau B.1.1.7 -- juga mendominasi kasus Corona di AS, dengan menyumbang 69 persen dari total kasus. Perkiraan CDC yang baru menempatkan varian itu kini hanya di bawah 3 persen.

Data penghitungan Johns Hopkins University (JHU), yang menjadi acuan global, menunjukkan bahwa AS masih menempati peringkat teratas sebagai negara dengan total kasus dan kematian Corona terbanyak di dunia dengan mencatat total 35,3 juta kasus Corona, dengan lebih dari 614 ribu kematian.

Simak juga video 'Kasus Covid-19 di AS Bertambah 66 Ribu Dalam 24 Jam Terakhir':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)