Corona Melonjak, China Batasi Perjalanan ke Luar Negeri

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 09:28 WIB
Travelers wearing face masks to protect against the coronavirus walk along a concourse at the Shanghai Hongqiao International Airport in Shanghai, Friday, Nov. 6, 2020. With the COVID-19 outbreak largely under control within its borders, air travel in China has mostly returned to pre-pandemic levels. (AP Photo/Mark Schiefelbein)
Ilustrasi (dok. AP Photo/Mark Schiefelbein)
Beijing -

Otoritas China memperketat pembatasan perjalanan ke luar negeri bagi warganya sebagai upaya mengatasi lonjakan kasus virus Corona (COVID-19) beberapa waktu terakhir. Pembatasan perjalanan diterapkan setelah negara ini mencetak rekor lonjakan tertinggi sejak Januari lalu.

Seperti dilansir AFP, Kamis (5/8/2021), otoritas imigrasi China mengumumkan pada Rabu (4/8) waktu setempat bahwa pihaknya akan berhenti menerbitkan paspor biasa dan dokumen-dokumen lainnya yang dibutuhkan untuk pergi ke luar negeri bagi kasus-kasus 'non-esensial' dan 'non-darurat'.

Kendati demikian, langkah ini bukan berarti melarang warga China untuk bepergian ke luar negeri.

Seorang pejabat imigrasi China, Liu Haitao, menuturkan dalam konferensi pers bahwa orang-orang yang 'memiliki kebutuhan nyata untuk belajar di luar negeri, pekerjaan dan urusan bisnis' masih bisa mendapatkan dokumen mereka setelah diverifikasi.

Di bawah pengetatan ini, para awak asing pada ratusan kapal telah dicegah untuk turun dari kapal dan berganti giliran kerja di pelabuhan-pelabuhan China.

Ditambahkan Kementerian Transportasi dalam konferensi pers yang sama bahwa pemerintah pusat China telah memerintahkan otoritas-otoritas daerah untuk menangguhkan layanan transportasi umum dan layanan taksi yang keluar-masuk area-area yang kini dilanda wabah baru Corona.

Sebagai upaya menangkal meluasnya wabah baru Corona yang disebabkan varian Delta yang mudah menular, otoritas China menerapkan pembatasan pergerakan secara besar-besaran untuk warganya. Penangguhan layanan transportasi dan perintah tetap di rumah diberlakukan di sejumlah kota dan wilayah.

Simak video 'Sejumlah Wilayah di China Batasi Kegiatan Masyarakat':

[Gambas:Video 20detik]