Varian Delta Mengganas, Jutaan Warga China Di-lockdown

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 16:13 WIB
Residents line up for coronavirus tests at tents set up on the streets of Beijing on Sunday, Dec. 27, 2020. Beijing has urged residents not to leave the city during the Lunar New Year holiday in February, implementing new restrictions and mass testings after several coronavirus infections last week. (AP Photo/Ng Han Guan)
Ilustrasi (dok. AP/Ng Han Guan)
Beijing -

Jutaan warga China diimbau untuk tetap berada di rumah masing-masing saat negara ini berupaya mengendalikan wabah baru yang dipicu virus Corona (COVID-19) varian Delta. Otoritas China melakukan tes massal dan pembatasan perjalanan demi mengatasi wabah yang disebut yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir.

Seperti dilansir AFP, Senin (2/8/2021), otoritas China melaporkan 55 kasus penularan lokal terbaru dalam 24 jam terakhir, saat wabah varian Delta semakin meluas hingga ke lebih dari 20 kota dan belasan provinsi di wilayahnya.

Pemerintah lokal di berbagai kota besar termasuk ibu kota Beijing tengah melakukan tes Corona massal terhadap jutaan warga, sambil menutup sejumlah kompleks permukiman dan menempatkan orang-orang yang menjadi kontak dekat pasien Corona dalam karantina.

Kota Zhuzhou di Provinsi Hunan memerintahkan lebih dari 1,2 juta warganya mulai Senin (2/8) waktu setempat, untuk tetap berada di rumah selama lockdown ketat diberlakukan untuk tiga hari ke depan. Otoritas kota Zhuzhou juga tengah melakukan tes dan vaksinasi Corona massal terhadap seluruh warganya.

"Situasinya masih suram dan rumit," sebut pemerintahan kota Zhuzhou dalam pernyataannya.

China sebelumnya membanggakan kesuksesan dalam mengendalikan kasus-kasus penularan lokal di wilayahnya sejak virus Corona pertama terdeteksi di Wuhan pada akhir tahun 2019, sehingga memungkinkan perekonomiannya untuk pulih.

Namun kemunculan wabah terbaru beberapa waktu terakhir, yang terkait klaster penularan di Nanjing, Provinsi Jiangsu, di mana sembilan pekerja kebersihan bandara internasional dinyatakan positif Corona pada 20 Juli lalu, mengancam kesuksesan itu.

Lihat Video: Pakar China Jelaskan soal 3 Level Proteksi dari Vaksin COVID-19

[Gambas:Video 20detik]