Dituduh Israel Dalangi Serangan Kapal Tanker, Iran Bantah Keras

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 11:52 WIB
This Jan. 2, 2016 photo shows the Liberian-flagged oil tanker Mercer Street off Cape Town, South Africa. The oil tanker linked to an Israeli billionaire reportedly came under attack off the coast of Oman in the Arabian Sea, authorities said Friday, July 30, 2021, as details about the incident remained few. (Johan Victor via AP)
Kapal tanker Mercer Street yang diserang di perairan Oman dalam foto tahun 2016 (Johan Victor via AP)
Teheran -

Pemerintah Iran membantah keras tuduhan Israel soal negaranya mendalangi serangan ke sebuah kapal tanker yang dikelola miliarder Israel di perairan Oman. Perdana Menteri (PM) Israel, Naftali Bennett, mengecam bantahan itu dan menegaskan Israel memiliki 'bukti' yang menunjukkan Iran ada di balik serangan itu.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Senin (2/8/2021), bantahan keras itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, dalam pernyataan terbarunya. Iran juga bersumpah akan membela kepentingannya setelah Israel mendorong adanya tindakan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) terhadap Iran terkait serangan itu.

Kapal tanker bernama MT Mercer Street yang dikelola perusahaan milik miliarder Israel terkemuka, Eyal Ofer, diserang saat berlayar di perairan Oman pada Kamis (29/7) lalu. Serangan terjadi saat kapal berlayar dari Dar es Salaam di Tanzania menuju Fujairah, Uni Emirat Arab.

"Israel harus menghentikan tuduhan tak berdasar semacam itu," tegas Khatibzadeh dalam pernyataannya.

"Ini bukan pertama kalinya mereka (Israel-red) melontarkan tuduhan semacam itu kepada Iran," imbuhnya.

Dalam tanggapannya, Bennett menyebut bantahan Iran itu 'pengecut' dan menegaskan dirinya bisa 'menentukan dengan kepastian mutlak bahwa Iran melakukan serangan terhadap kapal tersebut'.

"Perilaku agresif Iran berbahaya tidak hanya bagi Israel, tapi juga membahayakan kepentingan global, kebebasan navigasi dan perdagangan internasional," cetus Bennett dalam rapat kabinet mingguan seperti disampaikan pernyataan kantor PM Israel yang dirilis Minggu (1/8) waktu setempat.