Nigeria Terima 4 Juta Dosis Vaksin Moderna dari AS

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 01:54 WIB
Menurut peneliti, vaksin buatan Modern Inc dikabarkan mampu untuk menangkal COVID-19 varian Delta.
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
Nigeria -

Nigeria menerima 4 juta dosis vaksin Moderna dari Amerika Serikat (AS) pada Minggu waktu setempat. Vaksin Covid-19 itu diterima Nigeria saat negara itu berjuang dalam memerangi gelombang ketiga infeksi Corona.

Dilansir AFP, Minggu (1/8/2021) dosis vaksin itu diangkut menggunakan dua pesawat. Vaksin itu diterima oleh pejabat dari badan anak-anak PBB (UNICEF) atas nama Nigeria di bandara di ibukota Abuja.

Kedatangan vaksin Covid-19 ini adalah gelombang kedua vaksin yang tiba di negara terpadat di Afrika itu. Sebelumnya empat juta dosis dikirimkan pada bulan Maret di bawah skema Covax.

Covax didirikan untuk memastikan distribusi vaksin yang adil, terutama ke negara-negara berpenghasilan rendah, dan telah mengirimkan lebih dari 80 juta dosis ke 129 wilayah.

Nigeria yang berpenduduk sekitar 210 juta orang, menggunakan empat juta dosis vaksin AstraZeneca yang diterima pada bulan Maret untuk memulai program vaksinasi nasionalnya.

Para ahli khawatir bahwa varian Delta yang sangat menular dapat menimbulkan kemunduran lain pada distribusi vaksin, jika negara-negara kaya mulai membutuhkan suntikan booster untuk orang yang divaksinasi penuh. Hal itu dapat memperlambat pengiriman dosis yang sangat dibutuhkan ke negara-negara berkembang.

Virus Corona telah menewaskan 2.149 orang dan menginfeksi hampir 174.000 di Nigeria. Akan tetapi angka sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi, hal itu disebabkan karena tingkat pengujian yang rendah.

Bulan lalu, Pusat Pengendalian Penyakit Nigeria mengatakan telah mendeteksi varian Delta. Ditemukannya varian delta itu, para pejabat waspada terhadap gelombang infeksi ketiga di negara itu.

Pada bulan Juni, Nigeria melarang penumpang yang bukan warga negara atau penduduk tetap memasuki negara itu jika mereka telah berada di Afrika Selatan dalam 14 hari terakhir.

Keputusan itu mengikuti pembatasan serupa yang diberlakukan pada pelancong yang datang dari Brasil, India, dan Turki.

(lir/lir)