Eks Hakim Agung Jadi Tersangka Pembunuhan Presiden Haiti

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 15:45 WIB
FILE - In this Feb. 7, 2020, file photo, Haitis President Jovenel Moise speaks during an interview at his home in Petion-Ville, a suburb of Port-au-Prince, Haiti. Sources say Moise was assassinated at home, first lady hospitalized amid political instability. (AP Photo/Dieu Nalio Chery, File)
Jovenel Moise dalam foto tahun 2020 (AP Photo/Dieu Nalio Chery, File)
Port-au-Prince -

Seorang mantan hakim Mahkamah Agung Haiti menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan Presiden Jovenel Moise. Sang mantan hakim agung ini dilaporkan bertemu dengan sejumlah tentara bayaran asal Kolombia yang dituduh membunuh Moise di kediamannya pada awal bulan ini.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (31/7/2021), pembunuhan Moise membawa Haiti ke dalam kekacauan, dan membuat otoritas setempat meluncurkan perburuan internasional terhadap para tentara bayaran dan dalang utama pembunuhan itu.

Kepolisian Haiti, awal pekan ini, merilis surat perintah penangkapan untuk Wendelle Coq-Thelot, seorang mantan hakim Mahkamah Agung Haiti yang dipecat bersama dua hakim lainnya pada Februari lalu saat Moise menuduh adanya kudeta yang direncanakan terhadap pemerintahannya.

Keberadaan Coq-Thelot saat ini tidak diketahui dan dia belum bisa dimintai komentar.

Para tentara bayaran asal Kolombia dan sejumlah warga Haiti-Amerika yang ditangkap terkait pembunuhan Moise, mengakui pernah bertemu Coq-Thelot.

"Beberapa dari mereka mengindikasikan bahwa mereka telah dua kali ke rumah Coq," tutur juru bicara Kepolisian Nasional Haiti, Inspektur Jenderal Marie Michelle Verrier, kepada wartawan setempat.

"Orang-orang ini memberikan (kepada polisi) detail dokumen yang ditandatangani saat pertemuan di rumah Coq," imbuhnya.

Lihat Video: Pemimpin Gangster di Haiti Tuntut Kematian Jovonel Moise

[Gambas:Video 20detik]