Presiden Israel Disuntik Dosis Ketiga Vaksin Pfizer-BioNTech

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 16:42 WIB
Incoming Israeli president Isaac Herzog gestures during a press conference at the presidents residence in Jerusalem, during a handover ceremony, on July 7, 2021. - Isaac Herzog, a veteran of Israels Labor party, was sworn in before parliament today as the Jewish states 11th president, replacing Reuvin Rivlin in the largely ceremonial post. (Photo by EMMANUEL DUNAND / AFP)
Isaac Herzog (dok. AFP/EMMANUEL DUNAND)
Tel Aviv -

Presiden Israel, Isaac Herzog, baru saja menerima suntikan dosis ketiga vaksin virus Corona (COVID-19) buatan Pfizer-BioNTech. Ini menandai diluncurkannya program suntikan booster untuk warga berusia 60 tahun ke atas di Israel.

"Kita memulai vaksinasi booster," ucap Herzog yang berusia 61 tahun pada tahun ini, seperti dilansir AFP, Jumat (30/7/2021).

Herzog menerima suntikan dosis ketiga vaksin Pfizer-BioNTech di rumah sakit Sheba, Ramat Gan, dekat Tel Aviv, pada Jumat (30/7) waktu setempat. Dia menyebut bahwa suntikan booster dibutuhkan agar kehidupan di Israel bisa kembali 'normal' sesegera mungkin.

Israel dengan cepat meluncurkan program vaksinasi Corona dan telah melonggarkan banyak pembatasan untuk perkumpulan publik pada Juni lalu. Namun jumlah kasus kembali naik dan aturan wajib masker yang sebelumnya dicabut, kembali diberlakukan di tempat-tempat umum indoor.

Perdana Menteri (PM) Naftali Bennett mengumumkan dimulainya program suntikan booster untuk warga berusia 60 tahun ke atas pada Kamis (29/7) waktu setempat, saat kekhawatiran memuncak atas penyebaran cepat varian Delta yang sangat mudah menular.

"Israel menjadi pionir dalam melanjutkan dosis ketiga bagi orang-orang berusia 60 tahun ke atas," sebut Bennett yang berusia 49 tahun ini.

Bennett turut mendampingi Herzog ke rumah sakit saat dia divaksinasi dosis ketiga.

"Perang melawan pandemi COVID menjadi perang global. Satu-satunya cara kita bisa mengalahkan COVID adalah dengan bersama-sama," cetusnya.