Varian Delta Mengamuk, Ibu Kota Filipina Akan Kembali Di-lockdown

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 15:48 WIB
QUEZON, PHILIPPINES - MARCH 15: A police officer checks the temperature of a motorist at a checkpoint as authorities begin implementing a lockdown on Manila on March 15, 2020 in the outskirts of Metro Manila, Philippines. The Philippine government is placing some 12 million people in the capital Manila on lockdown as well as suspending government work for a month to prevent the spread of COVID-19. As of Saturday evening, the Philippines Department of Health has confirmed 111 cases of the deadly coronavirus in the country, with at least 8 recorded fatalities. (Photo by Ezra Acayan/Getty Images)
Ilustrasi -- Manila pernah di-lockdown pada Maret lalu untuk mengendalikan penyebaran Corona (dok. Getty Images/Ezra Acayan)
Manila -

Pemerintah Filipina akan kembali menempatkan lebih dari 13 juta warganya di ibu kota Manila dan sekitarnya dalam lockdown virus Corona (COVID-19) mulai pekan depan. Lockdown diberlakukan untuk mencegah lonjakan kasus Corona, terutama untuk varian Delta yang sangat mudah menular.

Seperti dilansir AFP, Jumat (30/7/2021), para pakar memperingatkan ledakan kasus Corona yang dipicu varian Delta akan membuat rumah sakit setempat kewalahan dalam beberapa pekan ke depan, jika pembatasan tidak diperketat, khususnya di wilayah ibu kota yang padat penduduk.

"Kita harus mengambil keputusan sulit ini untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa," ujar Harry Roque selaku juru bicara Presiden Rodrigo Duterte dalam pengumuman via televisi pemerintah.

Dijelaskan Roque bahwa aktivitas makan di restoran dan acara perkumpulan massal dilarang dengan segera dan perintah tetap di rumah selama dua pekan akan mulai berlaku pada 6 Agustus mendatang.

Filipina telah mencatat total lebih dari 1,5 juta kasus Corona di wilayahnya, termasuk nyaris 28.000 kematian.

Sejauh ini, Filipina mengonfirmasi lebih dari 200 kasus Corona varian Delta di wilayahnya, dengan kebanyakan merupakan kasus lokal atau penularan terjadi di tengah masyarakat. Ada kekhawatiran bahwa varian yang lebih menular bisa memperparah situasi pandemi seperti yang terjadi di negara-negara tetangga Filipina.

Kelompok riset independen, OCTA, yang menjadi penasihat pemerintah dalam respons pandemi, telah menyerukan lockdown segera di ibu kota Manila dan memperingatkan bahwa jumlah kasus harian bisa melonjak tiga kali lipat menjadi 3.000 kasus pada pertengahan Agustus jika tidak ada tindakan yang diambil.

"Itu bisa membuat kewalahan (sistem layanan kesehatan) dalam beberapa hari pada level itu," cetus Ranjit Rye dari OCTA kepada AFP, pekan ini.

Simak video 'Duterte ke Warganya: Jika Tak Mau Divaksin, Jangan Keluar Rumah!':

[Gambas:Video 20detik]