Varian Delta Bikin COVID-19 Menyebar ke Tiga Provinsi China

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 18:06 WIB
Residents line up for coronavirus tests at tents set up on the streets of Beijing on Sunday, Dec. 27, 2020. Beijing has urged residents not to leave the city during the Lunar New Year holiday in February, implementing new restrictions and mass testings after several coronavirus infections last week. (AP Photo/Ng Han Guan)
Ilustrasi (dok. AP/Ng Han Guan)
Beijing -

Otoritas China melaporkan kemunculan wabah kecil virus Corona (COVID-19) yang dipicu oleh penyebaran varian Delta di sedikitnya tiga provinsi berbeda. Sebuah klaster terkait bandara setempat terus meluas meskipun telah dilakukan tes Corona massal dan peningkatan laju vaksinasi.

Seperti dilansir AFP, Kamis (29/7/2021), klaster ini berawal dari 9 pekerja Bandara Nanjing, Provinsi Jiangsu, yang dinyatakan positif Corona pada 20 Juli lalu. Sejak saat itu, tercatat ada 171 kasus baru Corona yang terdeteksi di Provinsi Jiangsu, dengan penularan menyebar ke sedikitnya empat provinsi lainnya.

Klaster ini menjadi penyebaran terbesar secara geografis dalam beberapa bulan terakhir di wilayah China. Klaster ini menantang upaya pengendalian agresif yang selama ini dilakukan otoritas China dengan mengandalkan tes massal, lockdown dan pelacakan kontak secara cepat.

Otoritas China mengklaim berhasil mengendalikan sebagian besar pandemi di wilayahnya, yang memungkinkan perekonomian untuk pulih. Namun kemunculan wabah baru, ditambah kasus yang meningkat di area perbatasan Myanmar, mengancam keberhasilan itu.

Otoritas Provinsi Jiangsu telah menerapkan lockdown terhadap ratusan ribu warganya. "Kafe internet, gym, bioskop dan bar karaoke, bahkan perpustakaan di Nanjing telah ditutup," tutur anggota gugus tugas pencegahan epidemi, Lu Jing.

Kota Nanjing, sebut Lu, telah melakukan tes Corona massal terhadap seluruh 9,2 juta warganya sebanyak dua kali saat otoritas setempat bergegas mencegah penyebaran lebih lanjut. Ditambahkan Lu bahwa keberadaan varian Delta yang sangat menular memberikan tantangan tersendiri untuk upaya pencegahan.

Provinsi Sichuan yang terletak di bagian barat daya melaporkan tiga kasus baru pada Kamis (29/7) waktu setempat.