Round-Up

Keterlibatan Kepala Paspampres Diselidiki di Pembunuhan Presiden Haiti

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 20:38 WIB
Haiti: Pembunuhan presiden dan prediksi kekacauan negara termiskin di kawasan Amerika Utara
Mendiang Presiden Haiti Jovenel Moise (Foto: BBC World)
Port-au-Prince -

Misteri konspirasi pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise perlahan mulai tersingkap. Terbaru, polisi menangkap Kepala Pengamanan Kepresidenan (Paspampres) Moise, Jean Laguel Civil.

Civil diduga terlibat atas kasus pembunuhan Moise di kediaman kepresidenan di Port-au-Prince pada malam hari 7 Juli lalu. Civil pun kini ditahan di dalam sel isolasi di sebuah penjara di Delmas, dekat ibu kota Port-au-Prince.

"Saya bisa mengonfirmasi bahwa Jean Laguel Civil ditangkap pada Senin (26/7) waktu setempat oleh polisi sebagai bagian dari penyelidikan atas pembunuhan Presiden Jovenel Moise," sebut juru bicara Kepolisian Haiti, Marie Michelle Verrier, kepada AFP.

Komisioner Port-au-Prince, Me Bed-ford Claude juga telah memerintahkan otoritas imigrasi setempat untuk melarang empat polisi, yang juga bertanggung jawab atas pengamanan Moise, untuk meninggalkan Haiti.

Puluhan Orang Ditangkap

Selain menangkap Civil, pada Senin (26/7) waktu setempat, Kepolisian Haiti juga menangkap Wendell Coq Thelot. Thelot merupakan seorang hakim pada pengadilan tertinggi di Haiti yang dipecat oleh Moise.

Selain itu, seorang pria Haiti yang tinggal di Florida, Amerika Serikat (AS), Christian Emmanuel Sanon (63) juga ditangkap pada Senin (12/7) lalu. Sanon yang pernah mengunggah video kecaman terhadap pemimpin Haiti diduga memiliki 'tujuan politik' dalam merekrut sekelompok pria bersenjata yang membunuh Moise.

Kepala Kepolisian Haiti, Leon Charles mengungkapkan bahwa Sanon diduga bekerja dengan dalang utama dan para eksekutor pembunuhan Moise. Namun dia tidak menyebut lebih lanjut soal dugaan dalang utama di balik pembunuhan ini.

Charles juga mengungkapkan bahwa pria-pria bersenjata itu awalnya ditugaskan untuk menangkap Moise, namun tujuan akhirnya berubah. Rencana pembunuhan Moise disusun dari dalam wilayah Haiti.

Kepolisian Haiti juga telah menangkap 20 tentara bayaran asal Kolombia yang diduga bagian dari plot yang disebut direncanakan oleh sekelompok warga Haiti dengan keterkaitan asing.

Kolombia Ikut Selidiki

Kolombia juga ikut melakukan penyelidikan atas pembunuhan Moise. Dari hasil penyelidikan sementara, seorang mantan pejabat di unit antikorupsi Kementerian Kehakiman Haiti, Joseph Felix Badio diduga ada di balik insiden tersebut.

Badio disebut memberi dua tentara bayaran Kolombia perintah untuk membunuh presiden. Namun belum diketahui jelas apakah Badio mendapat perintah dari orang lain atau tidak.

"Pasukan komando sebelumnya telah diberitahu bahwa misi mereka adalah untuk menangkap presiden," kata Kepala polisi Kolombia Jorge Vargas.

Vargas menyebut mantan tentara Kolombia, Duberney Capador dan German Rivera, telah dikontrak untuk mengatur kedatangan tentara bayaran di Haiti, yang konon untuk menyediakan layanan keamanan. "Sekitar tiga hari sebelum operasi, Joseph Felix Badio...mengatakan kepada Capador dan Rivera bahwa mereka harus membunuh presiden Haiti," kata Vargas.

Kini Badio dan mantan senator oposisi Joel John Joseph masih diburu oleh polisi Haiti. Keduanya dinyatakan buron.

PM Haiti Janji Tangkap Pembunuh Moise

Meski penangkapan dan penangkapan terus dilakukan, namun siapa dalang utama pembunuhan Moise masih menjadi misteri. Kronologi detail soal pembunuhan Moise hingga kini pun masih belum jelas. Kendati demikian, Perdana Menteri (PM) baru Haiti, Ariel Henry, berjanji akan membawa para pembunuh Moise ke pengadilan.

Simak juga video 'Polisi Kolombia Ungkap Aktor di Balik Pembunuhan Presiden Haiti':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/isa)