Corona Malaysia Terkini: Rekor Kematian-Masa Darurat Segera Berakhir

Tim detikcom - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 19:06 WIB
A man wearing a face mask walks along an empty road in front of the Twin Towers during the first day of Full Movement Control Order (MCO) in Kuala Lumpur, Malaysia, Tuesday, June 1, 2021. Malls and most businesses in Malaysia shuttered Tuesday as the country began its second near total coronavirus lockdown to tackle a worsening pandemic that has put its healthcare system on the verge of collapse. (AP Photo/Vincent Thian)
Corona Malaysia: Cetak Rekor Kematian-Masa Darurat Segera Berakhir (Foto: AP/Vincent Thian)
Kuala Lumpur -

Kasus Corona di Malaysia terus mencetak rekor harian. Meski begitu, otoritas Malaysia menyampaikan tak akan memperpanjang masa darurat dan lockdown ketat yang selama berbulan-bulan telah dilalui masyarakat.

Malaysia diketahui sempat mencapai rekor kasus harian tertinggi selama tiga hari berturut-turut hingga angka 17 ribuan kasus. Bahkan negeri Jiran itu baru saja mencatatkan total kasus COVID-19 di atas 1 juta kasus pada Minggu (25/7).

detikcom merangkumkan update kasus Corona di Malaysia berikut ini:

Rekor Kematian Corona di Malaysia

Seperti dilansir Channel News Asia, Senin (26/7/2021) Malaysia kembali mencetak rekor baru terkait pandemi virus Corona. Kasus kematian harian mencapai rekor tertingginya dengan 207 kasus sehingga menjadikan jumlah kematian nasional kini mencapai 8.201 kasus.

Sementara itu, dilaporkan ada 14.516 kasus harian baru, turun di bawah rekor sehari sebelumnya yang mencapai 17.045 kasus. Dengan angka tersebut, total kasus Corona Malaysia mencapai 1.027.954 kasus per hari ini (26/7).

"Ada 1.009 pasien (COVID-19) di unit perawatan intensif, dengan 524 pasien yang kini membutuhkan bantuan pernapasan," demikian disampaikan Kementerian Kesehatan Malaysia.

Corona Malaysia Kian Ganas, Masa Darurat Tak Diperpanjang

Otoritas Malaysia menyampaikan tidak akan memperpanjang penetapan masa darurat nasional terkait pandemi virus Corona (COVID-19). Dengan demikian masa darurat nasional akan berakhir pada 1 Agustus mendatang.

Seperti dilansir Reuters, Senin (26/7/2021), Malaysia berada di bawah aturan darurat sejak Januari lalu. Saat itu, Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin berargumen bahwa penetapan itu diperlukan untuk mengendalikan penyebaran virus Corona.

Namun para pengkritiknya mengecam langkah itu dan menuduh PM Muhyiddin berupaya mempertahankan kekuasaannya di tengah mayoritas tipis di parlemen.

Meskipun ada masa darurat dan lockdown ketat, pandemi Corona di Malaysia justru semakin memburuk yang memicu kemarahan publik.

Menteri Urusan Hukum Malaysia, Takiyuddin Hassan, menuturkan bahwa pemerintah tidak akan meminta Raja Malaysia atau Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah untuk memperpanjang masa darurat. Hal itu disampaikan Takiyuddin di hadapan parlemen, yang menggelar rapat khusus di tengah reses pada awal pekan ini.

Malaysia merupakan penganut monarki konstitusional di mana Raja Malaysia memiliki peran seremonial, menjalankan tugasnya dengan saran dari PM dan kabinetnya. Namun Raja Malaysia juga memiliki kekuasaan untuk memutuskan jika ada masa darurat yang harus ditetapkan.

(izt/imk)