Tangkal Pengaruh China, Menhan AS Kunjungi Asia Tenggara

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 18:14 WIB
(FILES) In this file photo taken on March 8, 2016 Army General Lloyd Austin III, commander of the US Central Command, speaks during a hearing of the Senate Armed Services Committee in Washington, DC. - US President-elect Joe Biden has chosen retired General Lloyd Austin to head his Defence Department, US media reported on December 7, 2020. Lloyd Austin, who led US troops into Baghdad in 2003 and rose to head the US Central Command, has been chosen by President-elect Joe Biden to be the first African-American secretary of defense. (Photo by Brendan Smialowski / AFP)
Lloyd Austin (dok. AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
Washington DC -

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (Menhan AS), Lloyd Austin, akan menjadi anggota pertama dari kabinet Presiden Joe Biden yang mengunjungi kawasan Asia Tenggara pekan ini. Kunjungan ini menekankan pentingnya AS memperkuat hubungan di kawasan ini sembari menangkal pengaruh China.

Seperti dilansir Reuters, Senin (26/7/2021), AS menempatkan menangkal China sebagai jantung dari kebijakan keamanan nasional mereka selama bertahun-tahun, dan pemerintahan Biden menyebut persaingan dengan China sebagai 'ujian geopolitik terbesar' abad ini.

Enam bulan menjabat, negara-negara Asia Tenggara masih mencari detail soal strategi Biden juga rencana spesifiknya untuk keterlibatan ekonomi, perdagangan dan militer dengan kawasan Indo-Pasifik.

"Anda akan mendengar saya berbicara banyak soal kemitraan dan nilai kemitraan," ucap Austin kepada wartawan. "Tujuan saya adalah memperkuat hubungan," cetusnya.

Austin akan mengunjungi Singapura, Vietnam dan Filipina. Dalam pidatonya di Singapura pada Selasa (27/7) besok dan dalam pertemuan di Vietnam dan Filipina, Austin akan membahas perilaku agresif China di Laut China Selatan dan menekankan pentingnya menjaga kawasan yang lebih luas tetap bebas dan terbuka.

Kunjungannya ini menyusul kunjungan pertama oleh Wakil Menteri Luar Negeri AS, Wendy Sherman, ke China pada Minggu (25/7) dan Senin (26/7) waktu setempat, dan bertepatan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, ke India -- mitra penting AS lainnya dalam menangkal China.

Para pakar menilai kunjungan Austin ini penting untuk memperjelas bahwa Asia Tengah menjadi komponen vital dalam upaya-upaya pemerintahan Biden.

"Pemerintahan memahami bahwa kawasan ini sangat penting, jadi itulah bagian besar dari itu: Muncul begitu saja," sebut peneliti senior untuk Asia Tenggara pada Pusat Kajian Strategis dan Internasional AS (CSIS), Gregory Poling.

Simak video 'Panas! China Tuduh AS Sebagai 'Peretas Nomor 1 Dunia'':

[Gambas:Video 20detik]