46 Tentara Afghanistan Cari Perlindungan ke Pakistan Usai Serangan Taliban

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 18:04 WIB
Jakarta -

Sedikitnya 46 tentara Afghanistan mencari perlindungan di Pakistan setelah kehilangan kendali atas posisi militer di seberang perbatasan, menyusul serangan kelompok Taliban.

Seperti diberitakan Reuters, Senin (26/7/2021), ratusan tentara Afghanistan dan pejabat sipil telah melarikan diri ke negara tetangga Tajikistan, Iran dan Pakistan dalam beberapa pekan terakhir setelah serangan Taliban di daerah perbatasan.

Militer Pakistan menyatakan dalam sebuah pernyataan, komandan militer Afghanistan meminta perlindungan di perlintasan perbatasan di Chitral di Pakistan utara. Disebutkan bahwa setelah itu, pasukan Afghanistan diberikan akses masuk ke Pakistan pada Minggu (25/7) malam waktu setempat.

"Tentara Afghanistan telah diberikan makanan, tempat tinggal dan perawatan medis yang diperlukan sesuai norma militer yang ditetapkan," demikian disampaikan militer Pakistan dalam pernyataannya.

Langkah itu dilakukan pada saat hubungan yang buruk antara kedua negara bertetangga tersebut. Pemerintah Afghanistan menarik diplomatnya dari Pakistan setelah penculikan singkat putri duta besar Afghanistan di Islamabad awal bulan ini.

Taliban telah meningkatkan serangannya di Afghanistan sejak Amerika Serikat mengumumkan pada bulan April bahwa mereka akan menarik pasukannya pada bulan September mendatang, mengakhiri kehadiran militer asing selama 20 tahun.

Washington mengatakan akan terus melakukan serangan udara untuk mendukung pasukan Afghanistan menghadapi serangan Taliban.

Pemerintah Afghanistan dan negosiator Taliban telah bertemu di ibu kota Qatar, Doha, dalam beberapa pekan terakhir. Namun, para diplomat mengatakan hanya ada sedikit tanda kemajuan substantif sejak pembicaraan damai dimulai.

Militer Pakistan mengatakan tentara yang mencari perlindungan akan dikembalikan ke Afghanistan setelah proses hukum, seperti yang terjadi dalam kasus serupa yang melibatkan 35 tentara Afghanistan ada awal Juli lalu.

(ita/ita)