Malaysia Tembus 1 Juta Kasus COVID-19

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 16:50 WIB
Police officers check vehicles at a roadblock to ensure that people abide by a movement control order on the outskirts of Kuala Lumpur, Malaysia, Wednesday, Oct. 14, 2020. Malaysia will restrict movements in its biggest city Kuala Lumpur, neighboring Selangor state and the administrative capital of Putrajaya from Wednesday to curb a sharp rise in coronavirus cases. (AP Photo/Vincent Thian)
Malaysia Tembus 1 Juta Kasus COVID-19 --ilustrasi (Foto: AP/Vincent Thian)
Kuala Lumpur -

Malaysia melaporkan total konfirmasi kasus COVID-19 di atas 1 juta sejak awal pandemi pada Minggu (25/7). Di hari sama, negara tersebut juga melaporkan 17.045 rekor kasus baru COVID-19.

Seperti dilansir Channel News Asia dan Reuters, Minggu (25/7/2021) ini adalah kali ketiga dalam beberapa hari Malaysia memecahkan rekor kasus baru. Pada hari Jumat (23/7) Malaysia melaporkan 15.573 rekor kasus. Kemudian dipecahkan lagi pada hari berikutnya (24/7) dengan 15.902 kasus.

Dengan penambahan tersebut, total infeksi COVID-19 di negara itu sekarang mencapai 1.013.438 kasus.

Wilayah Lembah Klang kembali menyumbang lebih dari setengah dari jumlah kasus infeksi baru, dengan 8.500 kasus di Selangor dan 2.045 kasus di Kuala Lumpur.

Sementara itu, ada 1.216 kasus baru di Kedah dan 950 infeksi baru di Johor.

Kementerian Kesehatan Malaysia juga melaporkan kasus COVID-19 varian Delta pertama di Kelantan. Pihaknya mengimbau warga setempat untuk lebih waspada.

Diketahui bahwa Malaysia memasuki lockdown nasional ketiga sejak 1 Juni lalu, setelah melaporkan lebih dari 9.000 kasus dalam sehari. Jumlah kasus harian terus bertambah hingga akhirnya mencapai lima digit angka untuk pertama kalinya pada 13 Juli lalu.

Lonjakan kasus COVID-19 terjadi di tengah kondisi pemerintah yang sedang menangani masalah lain, seperti pertikaian politik di antara para pemimpin partai serta seruan untuk membuka kembali parlemen.

Ketika pembatasan pandemi berlanjut, warga membentuk gerakan "bendera putih" akar rumput untuk membantu mereka yang paling terpukul oleh pandemi dan tidak didukung secara memadai oleh bantuan pemerintah.

Situasi ini mendorong warga Malaysia untuk meluapkan ketidaksenangan mereka terhadap pemimpin dan pemerintahan di negaranya melalui tagar #KerajaanGagal di media sosial.

Simak juga 'Epidemolog Klaim Penanganan Covid-19 di RI Lebih Baik dari Malaysia':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/gbr)