76 Orang Tewas Akibat Tanah Longsor di India, 90 Ribu Orang Dievakuasi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 15:23 WIB
Hujan lebat memicu tanah longsor di India (AFP Photo)
Foto: Hujan lebat memicu tanah longsor dan banjir di India (AFP Photo)
Jakarta -

Tim penyelamat di India menyisir lumpur dan puing-puing bangunan pada Sabtu (24/7) ini untuk mencari korban selamat menyusul bencana tanah longsor dan banjir yang terjadi akibat hujan lebat. Sejauh ini 76 orang telah tewas dan hampir 90.000 orang lainnya dievakuasi akibat bencana alam tersebut.

Hujan deras mengguyur pantai barat India dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan puluhan orang hilang di dekat ibu kota komersial Mumbai dan memicu banjir terburuk dalam beberapa dasawarsa di negara bagian Goa.

"Curah hujan di berbagai bagian negara bagian yang sering bertepatan dengan air pasang dan juga debit dari bendungan menyebabkan berbagai daerah menjadi tergenang," kata pemerintah negara bagian Maharashtra dalam siaran persnya seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (24/7/2021).

Lebih dari separuh kematian terjadi di Raigad, selatan Mumbai, di mana tanah longsor mengubur puluhan rumah, menewaskan 47 orang dan 53 orang lainnya dikhawatirkan terperangkap di bawah lapisan lumpur.

Hujan menyebabkan sungai Savitri meluap, membuat kota Mahad benar-benar tidak dapat diakses melalui jalan darat. Warga yang ketakutan pun naik ke atap dan lantai atas untuk menghindari genangan air.

Tim penanggulangan bencana nasional, National Disaster Response Force (NDRF) tidak dapat mendaratkan helikopter mereka di daerah tersebut karena cuaca buruk pada hari Jumat (23/7), tetapi akhirnya dapat menyelamatkan penduduk setempat saat air mulai surut.

Kepala menteri negara bagian Pramod Sawant mengatakan, Goa mengalami banjir terburuk dalam beberapa dasawarsa akibat musim hujan yang telah menyebabkan "kerusakan yang meluas" di wilayah tersebut, tetapi tidak ada korban.