Pesawat Militer AS Masuki Wilayah Udaranya, Venezuela Geram

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 11:01 WIB
A flight of Florida Air National Guard F-15 Eagles of the 159th Fighter Squadron prepare to land at Wright-Patterson Air Force Base, Ohio, for safe haven from Hurricane Dorian in this August 30, 2019 handout photo.  R.J. Oriez/U.S. Air Force/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY.
ilustrasi jet tempur (Foto: R.J. Oriez/U.S. Air Force/Handout via REUTERS)
Jakarta -

Pemerintah Venezuela geram dan menuduh Amerika Serikat melanggar wilayah udaranya dan melakukan provokasi terang-terangan. Venezuela pun mengancam akan menanggapi dengan keras setiap manuver yang dianggap sebagai tindakan agresi.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (24/7/2021), hal ini disampaikan pemerintah Venezuela usai insiden yang terjadi ketika militer AS dan Kolombia terlibat dalam latihan bersama di dekat garis pantai Karibia Venezuela.

Kementerian Pertahanan Venezuela menyatakan bahwa pesawat transpor militer berat tipe C-17 milik AS menyeberang ke wilayah udaranya pada Kamis (22/7) malam untuk "periode tiga menit ... melakukan perjalanan sekitar 14 mil laut."

"Provokasi terang-terangan ini terjadi selama latihan militer gabungan oleh Angkatan Udara dan Angkatan Darat Kolombia di wilayah Antioquia dan Cundinamarca, di mana ada juga kehadiran jet tempur F-16 dan RC135 Amerika untuk eksplorasi strategis," demikian disampaikan Kementerian Pertahanan Venezuela.

Sebelumnya pada 16 Juli, Angkatan Udara Kolombia melaporkan latihan militer bersama dengan Amerika Serikat "dengan tujuan meningkatkan interoperabilitas dengan negara-negara sekutu."

"Kami menyadari bahwa sebagai bagian dari latihan yang disebutkan di atas, tugas pengintaian sedang dilakukan terhadap ruang geografis Venezuela, itulah sebabnya kami tidak mengesampingkan kemungkinan tindakan bermusuhan lainnya terhadap kedaulatan dan integritas teritorial kami," kata pemerintah Venezuela.

Ditambahkan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro "telah mengeluarkan perintah yang tepat untuk tetap waspada dan menanggapi dengan tegas setiap tindakan agresi."