International Updates

Ramai Seruan Vaksinasi di AS karena Corona Naik, COVID Malaysia Tembus 15 Ribu

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 19:17 WIB
Kasus Corona (COVID-19) varian Delta tengah melonjak di Amerika Serikat. Pejabat dan anggota parlemen Partai Republik lantas menyerukan warga divaksinasi.
ramai seruan vaksinasi seiring Corona melonjak di AS (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Kasus infeksi virus Corona varian Delta tengah melonjak di seluruh Amerika Serikat. Melihat lonjakan tersebut, semakin banyak pejabat dan anggota parlemen Partai Republik ikut menyerukan warga untuk melakukan vaksinasi.

Kematian karena COVID-19 dan tingkat rawat inap meningkat secara nasional, dengan sebagian besar kematian baru dan kasus serius tercatat di antara yang tidak divaksinasi.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (23/7/2021), ini terjadi di tengah perpecahan politik atas respons pandemi dan maraknya hoaks ataupun disinformasi yang membuat jutaan warga Amerika enggan untuk divaksin. Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa jauh lebih banyak Demokrat yang divaksinasi daripada Republik.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (23/7/2021):

- Naik Terus, Kasus Corona Malaysia Tembus 15 Ribu dalam Sehari

Jumlah kasus harian infeksi virus Corona di Malaysia naik terus. Otoritas Malaysia melaporkan rekor 15.573 kasus baru COVID-19 pada Jumat (23/7) ini, melampaui rekor tertinggi sebelumnya.

Ini juga pertama kalinya negara itu menembus angka 15.000 untuk kasus baru harian.

Seperti diberitakan Reuters dan Channel News Asia, Jumat (23/7/2021), wilayah Lembah Klang kembali menyumbang lebih dari setengah dari infeksi baru dengan 7.672 di Selangor dan 2.063 di Kuala Lumpur.

Ada juga 722 kasus baru di Johor dan 530 kasus di Penang.

- Pertama dalam 3 Dekade, Presiden China Berkunjung ke Tibet

Presiden China Xi Jinping melakukan perjalanan langka ke wilayah Tibet yang sensitif secara politik di China. Ini merupakan kunjungan pertama seorang presiden China ke Tibet dalam waktu lebih dari tiga dekade.

Diketahui bahwa banyak orang Tibet di pengasingan menuduh pemerintah pusat China melakukan penindasan agama dan mengikis budaya mereka. Pada tahun 2008, wilayah tersebut meledak dalam kerusuhan mematikan setelah meningkatnya kemarahan atas penurunan yang dirasakan dari budaya kunonya akibat perkembangan pesat yang dipicu oleh China.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (23/7/2021), dalam rekaman yang dirilis hari ini oleh media pemerintah China, CCTV, Xi terlihat menyapa kerumunan orang yang mengenakan kostum etnis dan mengibarkan bendera China saat dia turun dari pesawatnya, dalam sambutan karpet merah saat para penari tampil di sekelilingnya.

- Australia Setujui Penggunaan Vaksin Pfizer untuk Anak 12-15 Tahun

Regulator obat Australia telah menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech untuk anak-anak berusia 12 hingga 15 tahun.

Seperti diberitakan Reuters dan Channel News Asia, Jumat (23/7/2021), Menteri Kesehatan Federal Greg Hunt mengumumkan hal itu pada Jumat (23/7) ini, ketika negara itu tengah memerangi wabah virus Corona varian Delta di tiga negara bagian.