Ekuador Umumkan Keadaan Darurat Usai Kerusuhan Penjara Tewaskan 22 Orang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 12:31 WIB
Kerusuhan terjadi di penjara utama di Guayaquil dan penjara Latacunga di Ekuador Tengah. Sedikitnya 21 narapidana (napi) tewas dalam insiden ini.
kerusuhan di penjara-penjara Ekuador menewaskan 22 orang (Foto: Screenshoot AFP)
Jakarta -

Pemerintah Ekuador mengumumkan keadaan darurat dalam sistem penjaranya setelah kerusuhan di dua penjara menewaskan 22 orang dan melukai 57 orang.

Presiden Guillermo Lasso mengeluarkan perintah "untuk memobilisasi semua sumber daya manusia dan ekonomi yang diperlukan untuk menegakkan kembali ketertiban" di penjara-penjara Ekuador.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (23/7/2021), Lasso mengatakan militer akan bertanggung jawab untuk mengontrol perimeter dan pintu masuk penjara, sementara petugas polisi akan mengontrol bagian dalam penjara.

Sebelumnya, warga sipil yang dilatih sebagai penjaga penjara bertanggung jawab atas keamanan dalam ruangan penjara.

Otoritas penjara sebelumnya telah menangguhkan semua kegiatan "yang dapat membahayakan penghuni lembaga pemasyarakatan dan personel administrasi."

Kunjungan ke penjara telah dibatalkan di beberapa penjara usai kerusuhan tersebut.

Di antara yang terluka dalam kerusuhan di penjara-penjara di Guayas, di barat daya Ekuador, dan Cotopaxi, di Ekuador tengah, ada delapan petugas polisi.