Demonstran Tewas Ditembak dalam Aksi Protes Kekurangan Air di Iran

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 17 Jul 2021 14:40 WIB
A shot is fired by Canadas Zina Kocher as she competes in the Womens Biathlon 4x6 km Relay at the Laura Cross-Country Ski and Biathlon Center during the Sochi Winter Olympics on February 21, 2014, in Rosa Khutor, near Sochi.  AFP PHOTO / KIRILL KUDRYAVTSEV        (Photo credit should read KIRILL KUDRYAVTSEV/AFP/Getty Images)
ilustrasi penembakan (Foto: AFP)
Jakarta -

Seorang demonstran ditembak mati dalam aksi protes terhadap kekurangan air di Iran barat daya yang dilanda kekeringan. Pejabat Iran menyalahkan kematian itu pada "para oportunis dan perusuh".

Seperti diberitakan AFP, Sabtu (17/7/2021), kantor berita resmi Iran, IRNA melaporkan bahwa demonstran itu tewas ditembak di kota Shadegan, provinsi Khuzestan.

"Tadi malam (Jumat), sejumlah orang Shadegan berkumpul untuk memprotes kekurangan air karena kekeringan, di mana para oportunis dan perusuh menembak mati salah satu demonstran," kata pejabat gubernur daerah itu, Omid Sabripour, kepada IRNA.

Sabripour mengatakan para pelaku "berusaha menghasut orang-orang dengan menembak ke udara" dan "seorang pemuda Shadegan" tertembak dalam prosesnya.

Dalam komentar terpisah kepada kantor berita ISNA, Sabripour mengatakan tembakan itu diarahkan pada para demonstran dan pasukan keamanan.

Dia menambahkan bahwa korban adalah "pejalan kaki berusia 30 tahun" dan bahwa mereka yang bertanggung jawab telah diidentifikasi dan beberapa ditangkap tadi malam. Operasi pengejaran tengah dilakukan untuk memburu para tersangka lainnya.

Iran telah mengalami kekeringan berulang selama dekade terakhir, terutama di wilayah selatan. Kantor berita IRNA melaporkan bencana kekeringan terus-menerus di provinsi Khuzestan telah menyebabkan ketegangan terkait masalah air sejak akhir Maret.