Banjir di Belanda: Ribuan Warga Tinggalkan Rumah-Jembatan Roboh

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 05:29 WIB
Amsterdam -

Banjir merendam sejumlah wilayah di Belanda. Akibatnya, ribuan warga Belanda meninggalkan rumah.

Dilansir Reuters, otoritas Belanda memperingatkan warga yang berada di kota atau desa di sekitar sungai Meus, Provinsi Limburg, untuk meninggalkan rumah. Pasalnya, rumah di kawasan tersebut diprediksi akan kebanjiran dalam beberapa jam mendatang.

Pihak berwenang menyebut ketinggian air Meuse dan Rur mencapai rekor tertinggi. Sementara di Valkenburg, ujung selatan Limburg, dekat perbatasan Belgia dan Jerman, banjir telah melanda pusat kota.

Banjir tersebut menyebabkan satu jembatan roboh dan beberapa warga dievakuasi dari panti jompo. Rekaman drone memperlihatkan air berwarna coklat yang mengalir di taman-taman di Belanda.

Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima berkunjung ke Valkenburg pada Kamis (15/7). Kunjungan tersebut sebagai bentuk dukungan moral mereka kepada para korban.

Banjir dilaporkan merendam puluhan rumah di provinsi Limburg. Otoritas Belanda menyebut tidak ada korban jiwa akibat musibah banjir ini.

Pemerintah Belanda mengerahkan ratusan tentara untuk membantu proses evakuasi warga.

59 Warga Jerman Tewas Akibat Banjir

Korban tewas akibat banjir di Jerman bertambah. Kini, jumlah korban mencapai 59 orang.

Dilansir AFP, sejumlah warga berada di atap rumah menunggu kedatangan helikopter penyelamat. Salah satunya yakni Annemarie Mueller (65) yang tengah memandangi banjir di halaman rumahnya dari balkon. Ia menyebut kota Mayen tak siap menghadapi bencana banjir.

"Dari mana datangnya semua hujan ini? Ini gila," katanya kepada AFP, Jumat (16/7/2021).

Diketahui hujan deras mengguyur Rhineland-Palatinate selama berjam-jam sejak Rabu (14/7). Sejumlah ruas jalan raya ditutup sementara.

Selain Jerman dan Belanda, banjir juga melanda Luksemburg dan Belgia gegara hujan lebat. Akibatnya 8 orang di Belgia dan 4 orang di Luksemburg tewas.

(isa/isa)