International Updates

Saudi Izinkan Penerima Vaksin Sinovac Masuk, Erdogan Telepon Presiden Israel

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 13 Jul 2021 18:08 WIB
BANGKOK, THAILAND - JUNE 07: A woman takes a selfie while being administered the AstraZeneca Covid-19 coronavirus vaccine by a health worker at the mass vaccination site inside the Siam Paragon shopping mall on June 07, 2021 in Bangkok, Thailand. Thailand began rolling out its long-anticipated mass vaccination program on Monday. The government has said it will vaccinate around 70 percent of its population by the end of the year, with either  Sinovac or AstraZeneca vaccines. The government has also announced plans to acquire Pfizer and Johnson & Johnson vaccines to bolster its program. (Photo by Sirachai Arunrugstichai/Getty Images)
ilustrasi (Foto: Getty Images/Sirachai Arunrugstichai)
Jakarta -

Pemerintah Arab Saudi kini menyertakan vaksin virus Corona (COVID-19) buatan Sinovac Biotech ke dalam daftar vaksin yang diterima untuk masuk ke wilayahnya. Namun, ada syarat tambahan yang masih harus dipenuhi jika orang-orang yang divaksin Sinovac ingin masuk ke wilayah Saudi.

Seperti dilansir media Malaysia, The Star, Selasa (13/7/2021), Menteri Urusan Agama pada Departemen Perdana Menteri Malaysia, Dr Zulkifli Mohamad Al-Bakri, mengatakan bahwa vaksin Sinovac buatan China kini masuk dalam daftar yang diakui untuk masuk ke Saudi.

Zulkifli menyebut hal ini sebagai kabar baik bagi mereka yang ingin menjalankan ibadah Haji dan Umroh di masa mendatang. "Mari kita semua berdoa agar urusan jemaah Malaysia yang telah disetujui untuk menunaikan ibadah Haji tahun ini, bisa dimudahkan oleh Allah SWT," tuturnya dalam postingan via Facebook.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (13/7/2021):

- 204 Staf Positif Corona, Pusat Vaksinasi Massal di Malaysia Ditutup

Otoritas Malaysia menutup sementara sebuah pusat vaksinasi massal virus Corona (COVID-19) di Selangor setelah lebih dari 200 staf medis dan relawan di sana dinyatakan positif Corona.

Seperti dilansir Channel News Asia dan Bernama, Selasa (13/7/2021). Menteri Koordinasi Nasional untuk Imunisasi COVID-19, Khairy Jamaluddin, menuturkan bahwa total ada 204 pekerja, yang terdiri atas staf medis dan relawan, di pusat vaksinasi massal itu yang dinyatakan positif Corona.

Pusat vaksinasi yang menjadi lokasi klaster penularan Corona itu terletak di Ideal Convention Centre (IDCC) di Shah Alam, Selangor.

Khairy menyatakan bahwa pusat vaksinasi massal itu ditutup sementara mulai Selasa (13/7) waktu setempat untuk dilakukan pembersihan dan sanitasi mendalam. Laporan Associated Press menyebutkan bahwa pusat vaksinasi massal itu akan dibuka kembali pada Rabu (14/7) besok.

- Peringatan FDA: Vaksin Johnson & Johnson Bisa Picu Sindrom Berbahaya GBS

Otoritas Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (AS) atau FDA memperbarui label peringatan untuk vaksin virus Corona (COVID-19) buatan Johnson & Johnson dengan menyertakan informasi soal 'peningkatan risiko' gangguan neurologis langka yang disebut Guillain-Barre Syndrome (GBS).

Seperti dilansir AFP, Selasa (13/7/2021), kabar ini menjadi pukulan lebih lanjut untuk perusahaan produsen vaksin tersebut, yang telah mendapat izin penggunaan darurat pada Februari lalu namun baru sedikit digunakan dalam program vaksinasi Corona di wilayah AS.

Disebutkan sejumlah orang yang mengetahui persoalan tersebut, bahwa berdasarkan analisis sistem pemantauan keselamatan vaksin federal, para pejabat berhasil mengidentifikasi 100 laporan awal soal sindrom berbahaya GBS setelah sekitar 12,5 juta dosis disuntikkan.

Dari angka tersebut, sebanyak 95 kasus di antara merupakan kasus serius dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Satu kasus di antaranya berujung kematian.

- Jarang-jarang Erdogan Telepon Presiden Israel, Bahas Apa?

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara dengan Presiden baru Israel, Isaac Herzog dalam pembicaraan telepon yang jarang terjadi antara kedua negara yang kerap bersitegang itu.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (13/7/2021), kepresidenan Turki menyatakan percakapan via telepon itu dilakukan Erdogan pada hari Senin (12/7) waktu setempat.

Simak juga video '4 Juta Orang di Dunia Meninggal karena COVID-19, WHO: Tragis!':

[Gambas:Video 20detik]