Corona Mengganas Usai Pembatasan Dicabut, PM Belanda Minta Maaf

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 13 Jul 2021 13:51 WIB
Dutch Prime Minister Mark Rutte of the VVD Liberal party attends a debate in The Hague, Netherlands, March 14, 2017.       REUTERS/Robin Van Lonkhuijsen/Pool
Mark Rutte (dok. REUTERS/Robin Van Lonkhuijsen/Pool)
Amsterdam -

Perdana Menteri (PM) Belanda, Mark Rutte, mengakui bahwa pembatasan virus Corona (COVID-19) dicabut terlalu cepat di negaranya. Rutte lantas meminta maaf atas lonjakan kasus Corona yang sampai mencapai level tertinggi untuk tahun ini.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (13/7/2021), Rutte pada Jumat (9/7) lalu memberlakukan kembali pembatasan untuk bar, restoran dan kelab malam setempat dalam upaya menghentikan rangkaian penularan Corona di kalangan anak muda.

Pembatasan diberlakukan kembali dua pekan setelah otoritas Belanda mencabut sebagian besar langkah lockdown ketika kasus menurun.

"Apa yang kami pikir mungkin, ternyata tidak mungkin dalam praktiknya," ucap Rutte kepada wartawan setempat.

"Kami memiliki penilaian yang buruk, yang kami sesali dan kami meminta maaf untuk itu," ujarnya.

Permintaan maaf Rutte ini menandai perubahan drastis pada sikapnya, terutama ketika dia berulang kali membela kebijakan melonggarkan pembatasan Corona sebagai 'langkah logis' dan menolak disalahkan atas dugaan salah urus pemerintahan.

Sikap Rutte sebelumnya menuai kritikan tajam dari otoritas kesehatan Belanda, yang menilai pemerintah bertindak terlalu gegabah karena sama saja mendorong kaum muda untuk pergi keluar lagi di tengah pandemi.

Simak juga 'Belanda dan Inggris Akan Beri Bantuan Vaksin ke Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]