India Evakuasi 50 Diplomat-Personel Keamanan dari Konsulat di Afghanistan

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 11 Jul 2021 15:42 WIB
A member of the Afghan security forces stands guard after the American military left Bagram air base, in Parwan province north of Kabul, Afghanistan, Monday, July 5, 2021. The U.S. left Afghanistans Bagram Airfield after nearly 20 years, winding up its
Ilustrasi -- Tentara AS telah meninggalkan pangkalan militernya di Afghanistan (Foto: AP/Rahmat Gul)
Kabul -

India telah mengevakuasi sekitar 50 diplomat dan personel keamanan dari konsulatnya di Kandahar, bekas benteng Taliban, di Afghanistan Selatan. Evakuasi dilakukan usai beberapa hari terjadi pertempuran sengit antara pasukan keamanan Afghanistan dan Taliban di tepi kota Kandahar.

Meski ada evakuasi, konsultan Jenderal tidak ditutup. Kini hanya ada sejumlah pegawai lokal yang berada di sana.

"Konsulat Jenderal India belum ditutup. Namun, karena pertempuran sengit di dekat kota Kandahar, personel yang berbasis di India telah dibawa kembali untuk sementara waktu," kata Kementerian Luar Negeri India dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir AFP, Minggu (11/7/2021).

"Ini murni tindakan sementara sampai situasi stabil. Konsulat terus beroperasi dengan dikelola anggota staf lokal kami." katanya.

Sebuah sumber keamanan mengatakan sekitar 50 personel India, termasuk sekitar enam diplomat, telah dievakuasi dari konsulat. Namun tidak diketahui jelas, apakah mereka dibawa ke Kabul atau dievakuasi ke New Delhi.

Diketahui Taliban mengklaim telah menguasai 85 persen wilayah Afghanistan. Sebagian besar wilayah direbut sejak Awal Mei lalu, saat pasukan Amerika Serikat mulai ditarik pulang dari negara yang dilanda perang tak berkesudahan itu.

Pentagon mengumumkan penarikan pasukan Amerika Serikat dari Afghanistan sudah lebih dari 90 persen. Presiden Joe Biden menyebut misi militer AS akan resmi berakhir pada 31 Agustus mendatang, usai 20 tahun lamanya.

Dalam pidatonya di Gedung Putih, Joe Biden menyampaikan, militer AS telah "mencapai" tujuan di Afganistan. Seperti membunuh Osama bin Laden, hingga menurunkan Al Qaeda, dan mencegah lebih banyak serangan ke AS.

Kami mengakhiri perang terpanjang Amerika," kata Biden. .

"Status quo bukanlah pilihan," lanjut Biden.

Biden mengatakan tidak akan lagi mengirim tentara AS untuk berperang di Afghanistan. Biden mengaku yakin Pemerintah Afghanistan akan bisa mengalahkan Taliban.

Simak juga 'Taliban Klaim Kuasai 85% Wilayah Afghanistan':

[Gambas:Video 20detik]



Pekan lalu, Rusia juga mengumumkan telah menutup konsulatnya di kota Mazar-i-Sharif, Afghanistan utara.

Pada 2 Juli 2021 lalu, China juga mengevakuasi 210 warga negaranya dari Afghanistan dengan alasan keamanan. Evakuasi dilakukan dengan maskapai Xiamen Airlines, yang melakukan penerbangan darurat dari ibu kota Kabul menuju kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan KBRI Kabul mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Afghanistan segera meninggalkan Afghanistan. Kemlu juga memastikan terus memonitor WNI yang masih berada di Afghanistan.

"Menyikapi situasi keamanan yang saat ini kurang kondusif di Afghanistan, KBRI Kabul mengimbau kepada seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini masih berada di Afghanistan untuk segera meninggalkan negara akreditasi," bunyi keterangan dalam Instagram KBRI Kabul @indonesiainafg seperti dilihat, Sabtu (10/7/2021).

"Adapun terkait adanya ancaman yang dapat terjadi setiap waktu, kami mengimbau kepada WNI untuk menyiapkan evacuation bag (tas evakuasi) yang terdiri atas dokumen berharga, pakaian, dan obat-obatan pribadi serta sejumlah uang tunai sebagai langkah antisipasi," imbuh unggahan itu.

Sekitar 46 WNI sudah kembali ke Indonesia karena berbagai macam alasan dan tidak hanya alasan keamanan. Sedangkan 3 WNI yang masih tinggal di Afghanistan rata-rata mereka semua pekerja, kini juga sudah diimbau untuk meninggalkan negara tersebut.

(izt/dnu)