International Updates

Korut Tolak AstraZeneca, Singapura Perketat Izin Masuk Pelancong dari RI

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 10 Jul 2021 19:47 WIB
Sebanyak 1,1 juta dosis vaksin Corona AstraZeneca sudah tiba di Indonesia, berikut sejumlah negara yang sudah memakainya.
Ilustrasi -- Vaksin Corona buatan AstraZeneca (dok. AP Photo)
Jakarta -

Otoritas Korea Utara (Korut) menolak rencana pengiriman pasokan 2 juta vaksin virus Corona (COVID-19) buatan AstraZeneca dari COVAX. Otoritas Singapura memperketat izin masuk untuk para pelancong dari Indonesia atau yang pernah berada di Indonesia dalam waktu dekat.

Selain menolak vaksin AstraZeneca, Korut juga dilaporkan tidak tertarik pada vaksin buatan China karena khawatir tidak begitu efektif. Namun rezim komunis ini menunjukkan ketertarikan terhadap vaksin Corona buatan Rusia dan mengharapkan menerima sumbangan vaksin secara gratis.

Langkah memperketat izin masuk bagi para pelancong dan kedatangan dari Indonesia diambil otoritas Singapura dengan mendasarkan pada situasi terkini pandemi Corona di Indonesia, di mana kasus dan kematian akibat Corona terus meningkat.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (10/7/2021):

- 2 Warga AS Terlibat Pembunuhan Presiden Haiti, FBI Bantu Penyelidikan

Amerika Serikat (AS) akan mengirimkan sejumlah penegak hukum senior ke Haiti sesegera mungkin untuk membantu penyelidikan kasus pembunuhan Presiden Jovenel Moise. Hal ini diumumkan setelah dua warga AS keturunan Haiti ditangkap bersama puluhan tersangka lain terkait pembunuhan itu.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (10/7/2021), Kepolisian Haiti sebelumnya mengungkapkan bahwa pembunuhan Moise di kediamannya pada Rabu (7/7) dini hari, dilakukan oleh sebuah unit komando beranggotakan 28 orang. Tim pembunuh itu disebut terdiri atas 26 warga Kolombia dan dua warga AS keturunan Haiti.

Para pembunuh Moise disebut sebagai tentara bayaran oleh otoritas Haiti, namun motif dan aktor intelektual di balik pembunuhan itu masih belum jelas.

Dalam pernyataan terbaru pada Jumat (9/7) waktu setempat, Gedung Putih mengumumkan akan mengirimkan para pejabat senior dari Biro Investigasi Federal (FBI) dan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) ke Haiti untuk membantu otoritas setempat dalam penyelidikannya.

- Korsel Cetak Rekor Kasus Harian Corona Tertinggi 3 Hari Berturut-turut

Sudah tiga hari berturut-turut Korea Selatan (Korsel) mencetak rekor kasus harian virus Corona (COVID-19) tertinggi di wilayahnya. Untuk rekor terbaru, Korsel mencatat lebih dari 1.300 kasus Corona dalam 24 jam terakhir.

Seperti dilansir Reuters dan Yonhap News Agency, Sabtu (10/7/2021), Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan bahwa 1.378 kasus Corona terdeteksi dalam sehari. Dari jumlah itu, sebanyak 1.320 kasus di antaranya merupakan kasus lokal atau penularannya terjadi di tengah masyarakat.

Angka itu menggeser rekor tertinggi sebelumnya yang tercatat pada Jumat (9/7) waktu setempat, saat Korsel melaporkan 1.316 kasus Corona dalam sehari.